kemarin mungkin merupakan hari paling traumatis yang pernah kualami.
setelah 2 teman mengkritikku karena jerawat yang semakin banyak, ditambah dengan keluhan ibuku mengenai jerawatku setiap aku pulang..
akhirnya kuputuskan, Kamis, 29 Januari 2010 lalu, untuk pergi ke Lari**a Aesthetic Center..
Sebenarnya aku sudah menyatakan keberatanku pada ibu. karena aku sudah pernah difacial dan itu LUARBIASA sakit. Bayangkan, wajahku dicukil agar komedo di dalam jerawatku keluar..
ahh.. sudahlah.. apa lagi sih yang bisa kuharapkan selain melihat ibuku bahagia..
Setelah mendaftar di front office, akhirnya aku masuk ke kamar facial dan mengenakan "pakaian tempur" yang disiapkan oleh si mbak-mbak. awalnya memang terasa enak. Tak hanya wajah, tubuhku juga dipijat. tapi kesenangan itu tak berlangsung lama. setelah proses penguapan agar pori-poriku terbuka, dimulailah penderitaanku.
Rasanya..
Rasanya masih sama persis seperti yang selama ini kubayangkan mengenai proses facial.
Awalnya rasa sakit itu kutahan dengan mengatur pernafasanku. Sambil terus menyugesti diri bahwa " beauty is a pain"... tapi, apa gunanya cantik secara fisik? aku lebih memilih memperbanyak ibadahku dan meningkatkan derajatku di mata Allah. agar cantik di mata Allah. lalu aku sadar bahwa sudah lama ibuku mengeluhkan ini. beliau pasti tak ingin putrinya berjerawat. Kalau ini adalah salah satu hal yang bisa menghapuskan kekhawatirannya, pasti akan kulakukan..
tapi toh akhirnya aku menyerah juga..
yang "tergarap" baru pipiku sebelah kiri..
it really turns off my mood..
aku marah sama semua orang..
aku benci mereka mempermasalahkan fisikku..
tapi kemudian aku sadar,
aku telah diingatkan mereka,
aku diingatkan untuk menjaga nikmat 'cantik' yang dianugerahkan Allah kepadaku..
terlebih, pasti banyak perempuan lain di luar sana yang ingin mengobati jerawatnya tapi tak punya biaya..
aku, yang dikaruniai rizki materi, malah marah kepada ibuku dan semua orang..
Astaghfirullahaladzhim..
Terima kasih, Ma untuk perhatianmu..
Maafkan putrimu yang kurang bersyukur ini..
huhuhu..
Semangat!!
setelah 2 teman mengkritikku karena jerawat yang semakin banyak, ditambah dengan keluhan ibuku mengenai jerawatku setiap aku pulang..
akhirnya kuputuskan, Kamis, 29 Januari 2010 lalu, untuk pergi ke Lari**a Aesthetic Center..
Sebenarnya aku sudah menyatakan keberatanku pada ibu. karena aku sudah pernah difacial dan itu LUARBIASA sakit. Bayangkan, wajahku dicukil agar komedo di dalam jerawatku keluar..
ahh.. sudahlah.. apa lagi sih yang bisa kuharapkan selain melihat ibuku bahagia..
Setelah mendaftar di front office, akhirnya aku masuk ke kamar facial dan mengenakan "pakaian tempur" yang disiapkan oleh si mbak-mbak. awalnya memang terasa enak. Tak hanya wajah, tubuhku juga dipijat. tapi kesenangan itu tak berlangsung lama. setelah proses penguapan agar pori-poriku terbuka, dimulailah penderitaanku.
Rasanya..
Rasanya masih sama persis seperti yang selama ini kubayangkan mengenai proses facial.
Awalnya rasa sakit itu kutahan dengan mengatur pernafasanku. Sambil terus menyugesti diri bahwa " beauty is a pain"... tapi, apa gunanya cantik secara fisik? aku lebih memilih memperbanyak ibadahku dan meningkatkan derajatku di mata Allah. agar cantik di mata Allah. lalu aku sadar bahwa sudah lama ibuku mengeluhkan ini. beliau pasti tak ingin putrinya berjerawat. Kalau ini adalah salah satu hal yang bisa menghapuskan kekhawatirannya, pasti akan kulakukan..
tapi toh akhirnya aku menyerah juga..
yang "tergarap" baru pipiku sebelah kiri..
it really turns off my mood..
aku marah sama semua orang..
aku benci mereka mempermasalahkan fisikku..
tapi kemudian aku sadar,
aku telah diingatkan mereka,
aku diingatkan untuk menjaga nikmat 'cantik' yang dianugerahkan Allah kepadaku..
terlebih, pasti banyak perempuan lain di luar sana yang ingin mengobati jerawatnya tapi tak punya biaya..
aku, yang dikaruniai rizki materi, malah marah kepada ibuku dan semua orang..
Astaghfirullahaladzhim..
Terima kasih, Ma untuk perhatianmu..
Maafkan putrimu yang kurang bersyukur ini..
huhuhu..
Semangat!!