Kutu Buku (Tak) Busuk


-gambarnya rada nyeremin-

Apakah Anda merasakan semacam rasa aneh setelah berbelanja? Sebuah rasa tidak terungkapkan, yang berbeda menurut waktunya. Sedetik setelah kita menutup dompet setelah transaksi dilakukan, perasaan kita menjadi luar biasa, campuran rasa puas dan antusias, tak sabar ingin membukanya saat pulang nanti. Kemudian berjalan lima belas menit, perasaan senang mulai luntur, sambil bertanya pada diri sendiri, ‘benarkah barang ini benar-benar kita butuhkan?’. Tiga puluh menit, barulah perasaan itu menjadi jelas. Hati kita sudah memutuskan, rasanya menjadi kegembiraan permanen karena barang itu cukup berharga untuk dimiliki (in case, kita memang sudah mengincar sejak lama) atau malah timbul rasa penyesalan.

Jika jawabannya “iya”, maka seharusnya kita berjabat tangan. Saya merasakan itu setiap kali berbelanja. Barang apa saja, mulai dari hal remeh-temeh seperti belanja bulanan, hingga pakaian, barang elektronik, sampai ke buku.

Lalu pertanyaan selanjutnya, barang apa yang setelah dibeli membuat Anda paling menyesal?
Jika terlalu sulit, barang apa yang setelah dibeli membuat Anda paling puas?
Jawaban diplomatis untuk pertanyaan ini mungkin begini, ‘Yang paling memberi kepuasan adalah setiap barang yang memang sudah diincar, dan melalui perenungan panjang seberapa kadar kebermanfaaatannya’

Jika saya, jujur saja, barang yang paling mendatangkan angka kekecewaan kecil adalah buku. Seperti sore ini, di arena Islamic Book Fair, saya baru saja membeli ‘beberapa ‘ buku. Antara lain:

1. Al-Qur’anul Karim terjemahan kata per kata
2. 35 Sirah Shahabiyah
3. The Romance
4. Mengasuh dan Mensukseskan Anak Berkebutuhan Khusus
5. Al-Ma’tsurat
6. Jilbab (Ups, yang ini ‘bonus’. Hee)

Hmm, sekarang jam 22.02. Hampir 4,5 jam setelah waktu pembelian. Dan saya belum merasakan penyesalan sama sekali! Yess..
Tapi, tetap ada sedikit rasa kecewa. Kekecewaan itu tak lain karena, sebenarnya ada banyak waiting list buku yang ingin saya baca. Apa saja? Mari disimak daftar-daftar buku yang belum tuntas saya baca.

Daftar Buku yang Sedang Mengantri untuk Dibaca (didapat dari meminjam):

• From Zero to Hero (Sholihin Abu Izzudin)
• Al-Ikhwan AL-Muslimun Bersama Mursyid ‘Am Kedua (Cahyadi Takariawan)
Personality Plus (Florence Litauer)
• Super Mentoring Junior

Daftar Buku Milik Sendiri yang Baru Dibaca Sedikit

• Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan (Marwah Daud Ibrahim)
Keterangan: Berisi seluk beluk life-maping. Akan dibaca setelah hidup saya mulai menjadi kacau sepertinya. haha

• Covering Islam (Edward W. Said)
Ket: sebenarnya menarik karena mengupas pemberitaan Barat tentang Islam. Namun terjemahannya rada jelek. Jadi malas.

• Ringkasan Riyadush Shalihin (Imam Nawawi)
Ket: Berisi kumpulan Hadits. Sebenarnya tahu bahwa ini penting. Tapi malas, huhuhuu

• Panduan Mendeteksi Dan Memperbaiki Kerusakan Laptop (M. Saifuddin Nashir dan Erima Oneto)
Ket: Saya ingat betul, buku ini dijual saat bazaar buku FIB 2008. Saat itu saya bimbang untuk memilih buku ini atau bukunya Eko Prasetyo yang “Orang Miskin Dilarang Sekolah”. Dan kini, saya sedikit meyesal telah membeli buku ini. Mungkin karena saya tidak ada interest juga mengenai masalah-masalah teknologi. Hmm

• The Lover, L’Amant (Marguerite Duras)
Ket: Terjemahan novel Prancis ini jelek. Padahal ditulis oleh pengarang buku terkenal dan ada testimoni New York Times.

• Qur’anic Super Healing (Ustadz Mustamir Pedak)
Ket: Hadiah ulang tahun dari seseorang. Ada bonus macam2 zikir penyembuh juga. Duh, semoga saya tidak harus sakit dulu untuk bisa menyempatkan diri membaca buku ini.

• Beyond Parlemen (Yuddy Chrisnandi)
Ket : Dapat gratisan dari BEM KM UGM. Tapi belum sempat terbaca.

• Melawan Gombalisasi Global (Laksamana Sukardi)
Ket: Gratisan juga dari BEM KM. Zaman kampanye presiden tahun 2008.

• Seniman Kaligrafi Terakhir (Yasmin Ghata)
Ket : Novel ini didapat dari doorprize di LIP. Sebenarnya bagus, tapi alurnya sedikit lambat. Sudah separo terbaca.

• Misteri Rubaiyyat Omar Khayyam (Amin Maalouf)
Ket: Dapat dari doorprize di LIP juga.

• Pengkajian sastra Prancis Berbasis Riset (Siti Hariti Sastriyani)
Ket : Dapat gratisan dari dosen karena mengumpulkan tugas di awal

• Aku Melawan Teroris (Imam Samudera)
Ket: Sebenarnya ini belum resmi menjadi hak milik. Namun, saat mau dikembalikan, si pemberi buku malah tidak mau. Tapi buku ini keren. Mengungkap sisi lain Imam Samudera dan latar belakang bom Bali.

• Jane Eyre (Charlotte Brontë)
Ket: Saya mengetahui novel ini pertama kali dari seri Princess Diariesnya Meg Cabot. Dan sangat kaget ketika bisa menemukannya di toko buku loak shopping center Malioboro. Apalagi dalam bahasa Prancis. Nah, kewajiban untuk selalu membuka kamus agar bisa memahaminya itulah yang membuat malas membacanya =)

(tambahan)-ternyata pas dicek lagi, masih ada yang belum kebaca, yaitu
* Las Zapatillas Magicas de la Bailarina (Texto: Nick Ellsworth, Ilustraciones: Veronica Vasylenko)
Ket: Sebuah buku cerita anak-anak bergambar. Beli di stand buku impor second di pameran buku. Dulunya dimiliki gadis kecil bernama Georgia ( Este libro pertenece a Georgia )..Bukunya sangat bagus, berwarna pink dan hard cover...oh, Georgia, le diría a mí, por favor?

*Español para Indonesios (Jenny F.S. Supit)
Ket: Dibeli dalam rangka memudahkan membaca buku di atas. (walau akhirnya ga kebaca juga T.T)

Haduh, ingin sekali saya mendokumentasikan buku yang telah tuntas saya baca dengan memasukannya ke dalam daftar rekomendasi. Di lain waktu, saya ingin menceritakan semua buku-buku yang pernah saya baca. Sebenarnya di awal kerangka tulisan ini, saya telah menyiapkan beberapa daftar lagi seperti Daftar Buku yang Dibeli Sepanjang Hayat (dari umur 5-10 tahun, umur 13-15, serta tahun-tahun setelah jadi mahasiswa 2007, 2008, 2009, 2010, 2011) dan Daftar Buku Bacaan Favorit. Tapi hal tersebut pasti akan jadi daftar yang sangaaat panjang. Belum lagi buku-buku saya yang sedang dipinjam orang.

Menceritakan tentang buku-buku sangat menyenangkan. Saya merasakan hasrat ketika saya kembali ‘dipaksa’ menengok fisik dan kisah-kisah di balik buku yang saya miliki. Saya suka berbagai macam buku. Dari fiksi maupun non fiksi. Dan saya yakin, buku yang dibaca seseorang mencerminkan siapa orang tersebut sebenarnya. Itulah mengapa, saya sangat bersemangat untuk mengorek ingatan tentang buku-buku yang pernah saya baca. Karena itu berarti periodisasi fase hidup.

Selain periodisasi fase hidup, saya juga belajar mengenali karakter buku yang harus saya hindari saat membeli. Dalam daftar di atas, sebenarnya ada yang saya kategorikan ‘hitam’. Maksudnya, saya merasa menyesal saat membelinya. Nah, buku-buku yang tidak saya apresiasi biasanya tidak saya namai dan tandai tanggal berapa dibeli.

Saya sangat suka lembaran-lembaran kertas berisi tulisan yang dijilid (buku maksudnya, sok puitis ni =p) Seberapapun kecil manfaatnya, seberapapun kuning warna kertasnya, seberapapun aromanya membuat bersin karena saking tuanya buku tersebut =).


Post Scripts:

1) Teman-teman, yang menjadi pemilik buku-buku yang tersebut di atas, maupun buku lain yang kira-kira saya pinjam, jangan segan ya untuk menagih.
2) Terima kasih buat yang pernah memberikan saya buku-buku (Aduh, saya juga jadi ingin membuat daftar buku-buku yang diberikan teman2 saya tersayang)
3) Semoga kita senantiasa meningkatkan kuantitas dan kualitas buku yang kita baca. Aamiin.
4) Jadi, karena masih banyak buku-buku keren di perpustakaan kampus yang belum dibaca, ngapain cepet2 lulus?? Wkwkwk…
5) (Ngikutin gaya Ndoro Kakung), Kalau kamu, Ki Sanak, buku favoritmu apa saja? apa yang paling berkesan? Do you judge a book by its cover??