Tentang Melepaskan atau Membebaskan Diri



melepaskan : objek. perempuan kecil. yang terpana melihat balonnya lepas.

membebaskan diri : subjek. balon. dari genggaman perempuan kecil untuk melesat jauh ke angkasa

Suatu hari di sebuah kajian Jelajah Hati (3 Maret 2011), Ustadz Syatori Abdurrauf, menyampaikan tausiah tentang kehidupan.

Hidup itu adalah sebuah perjalanan. Bukan perjalanan pergi ke suatu tempat. Kita tidak akan pergi ke mana-mana, kita hanya berjalan pulang.

Hidup, tidak lain merupakan perjalanan pulang kembali ke haribaan Ar-Rahmaan. Lalu, sebagaimana karakteristik orang yang pulang, itu adalah karena sudah letih dan lelah. Jadi, berletihlah dengan segala kesenangan duniawi, karena kita merindukan kebahagiaan ukhrawi.

Karakteristik orang pulang, pasti juga ingin segera sampai. Maka,orang yang sedang menempuh jalan pulang akan mengisi relung hatinya dengan rasa rindu pada kehidupan ukhrawi. Orang juga punya pilihan, untuk mempercepat dirinya pergi ke surga dengan langkah mulus, atau berbelok dulu ke arah yang salah, demi mencapai surga. Orang yang memilih langkah mulus ke surga, tentu jalannya akan menjadi lebih terjal. Dan orang tersebut tetap memilih jalan mulus (lurus demi Allah) untuk mengatasi kerikil-kerikil tersebut.

Jalan mulus untuk menuju surga, selalu berarti jalan yang paling terjal. Jalan ini berat, namun mempercepat kita untuk sampai pada-Nya

Karakteristik terakhir yaitu, orang yang pulang, pasti membawa oleh-oleh yang paling disukai 'orang rumah'. Orang yang sedang menempuh perjalan 'pulang' menuju akhirat telah menyiapkan oleh-oleh amal terbaik untuk 'masyarakat' akhirat.


Lalu, apa korelasinya dengan gambar di atas?
Ada dua elemen dalam gambar tersebut. Anak perempuan dan balon. Kita diberi pilihan untuk menjadi si anak atau balonnya.

Anak perempuan itu telah kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Dia telah 'membiarkan waktunya 'hilang' karena terlalu lama bermain dengan balon itu.

Sementara si balon, merasakan dirinya terbang bebas menuju angkasa. Tanpa ada lagi belenggu dari si anak. Lagi-lagi dalam kajian Jelajah Hati, Apa sebenarnya yang membuat balon udara cepat membumbung?

Pertama, karena mengandung gas yang mendorongnya terbang tinggi. Gas yang berisi azzam, tekad, dan bekal keimanan kuat terhadap Allah SWT
Kedua, karena ringan. Dia meringankan diri dari dosa-dosa, menghindarkan diri dari maksiat dan nafsu-nafsu duniawi.
Ketiga, karena dia tidak terikat dan terbelenggu oleh apapun. Dia tidak menggantungkan diri pada objek-objek yang memang tidak kekal..baik berupa orang maupun benda

...

Hari ini, kembali aku berhijrah. Aku ingin kembali merasakan nikmatnya dekat dengan-Nya. Sakit ini kuharap bisa mengembalikan ampunan-Nya. walaupun dosa sudah tak terhitung..

ujian tidak akan pernah mudah. tergantung hasil yang bisa kita capai, akan membuat kita naik kelas atau tidak.

dan ujian tentangmu merupakan ujian berat.

Si Balon (Insya Allah),
2 Mei 2011