Wajah itu, tergolong ganteng untuk usianya yang beranjak 60. Walau kerutan terlihat di sana-sini, rambut, kumis dan jenggot memutih, dia tetap terlihat yang paling menawan. Buatku, dan ibuku setidaknya. Wajar saja, bahkan di masa kecilnya, teman-temannya selalu memanggilnya dengan sebutan ‘Londo’ , dari kata Belanda, yang berarti bertampang bule. Karena kulitnya yang putih.
Sampai kini, dia masih misteri buatku. Aku masih berusaha untuk lebih mengenalnya, bahkan hingga saat ini. Terkadang aku jengkel dengan sifat-sifatnya. Kata orang, orang tua semakin lama semakin mirip anak kecil. Namun, selalu saja sifat buruknya tertutup dengan sebuah perilaku yang sangat manis.
Aku bisa tersipu-sipu sendiri saat mengingatnya. Mengingat setiap hal kecil yang beliau lakukan padaku. Padahal, tanpa sepengetahuanku, dia pasti sudah lebih banyak lagi berbuat hal-hal manis. Sedari aku lahir, sedari aku belum dapat menyadari bahwa yang dilakukannya itu manis.
Kupikir, aku tak memerlukan laki-laki lain lagi,
Karena ada dia, Bapakku yang menyelimutiku sesaat sebelum aku terlelap
Karena ada dia, Bapakku yang menggendongku di punggungnya saat aku malas bangun pagi
Karena ada dia, Bapakku yang repot-repot mengurusi berbagai tetek bengek administrasi keperluanku, dari mulai KTP, STNK hingga beasiswa
Karena ada dia, Bapakku, yang selalu membukakan pintu pertama kali, walaupun tengah malam sesampainya aku pulang
Karena ada dia, Bapakku, yang selalu menyambut kepulanganku dengan dekapan erat
Karena ada dia, Bapakku, yang tiba-tiba di siang bolong mendatangi kosku dan membawakan makanan,,setelah tersesat lumayan jauh mencapai lokasi kosku.
Tak sanggup rasanya jika kelak kehilangannya. Allah, tempatkan beliau di tempat yang pantas..di surga firdausmu kelak
Aku tidak memerlukan laki-laki lain lagi
Cukup ayahku
(setidaknya untuk saat ini)
-21 Juni 2011-tiga hari setelah diapelin Bapak di kos..oh-so-sweet…..masih tersipu-sipu sampe sekarang (norak banget) i do love you Popprii..
