Judul di atas bukan mantra sihir Harry Potter.
--ngomong-ngomongin sihir Harpot, kata preterito perfecto (bahasa spanyolnya present perfect)kayaknya lebih cocok dikira mantra daripada sobre la biblioteca--
Baiklah saya meracau.
Jadi arti judul di atas adalah "tentang Perpustakaan". Kenapa pakai bahasa Spanyol, karena buat munculin vocab spanyol yang udah karatan banget. Trus, aku udah keseringan mengawali judul pake kata 'tentang'. (emang ga kreatif banget)
Nggak tau kenapa, tadi siang, aku merasa hatiku mencelos ketika menyadari tidak bisa lagi meminjam buku perpus (Namaku Hiroko-NH Dini) untuk dibawa pulang. Inilah hal yang paling tidak menyenangkan tentang lulus.
Sewaktu aku berniat mengakali dengan pinjam kartu anggota adik angkatan, si Ibu-ibu pustakawan-bahkan sebelum saya mengeluarkan kartu perpus- langsung menatap saya beberapa saat dan bilang "Mbak Dinda bukannya kemarin baru ngurus bebas pustaka?"
ngeekk..
Ketauan deh. Pake tau namaku segala lagi.. tengsin abis. Setel wajah nggak berdosa nggak mempan lagi dah kayaknya.
Padahal pengen banget pinjem novelnya N.H. Dini tadi.
Huff..
Aku selalu suka perpustakaan.
Perpustakaan itu sempat kubenci ketika masih dalam pengerjaan skripsi. Karena aku harus selalu masuk ke seksi karya-karya ilmiah.
Namun selebihnya, aku sangat suka perpustakaan. Kurasa itulah salah satu tempat paling nyaman. Tempat kita tidak harus bicara dengan orang lain. Tempat yang memang wajib tidak boleh berbicara dengan orang lain. Bukankah itu menyenangkan? Apalagi dikelilingi buku-buku dengan judul yang sangat beragam.
Bisa dibilang, sastra tidak terlalu kusukai dalam bentuk orang-orangnya(penghuni kampus FIB) dan kegiatannya. Namun lebih pada karya sastra tulisnya. Di sinilah tempat aku merasa bersyukur bisa kuliah di FIB. Semua jenis buku ada di sini. Dari buku Gurita Cikeas, Lord of the Rings, Harry Potter, Twilight, Mein Kampf, Agatha Christie, Ensiklopedi Islam sampe novel menyeh-menyeh keporno-pornoan Harlequin Series juga ada. Novel-novel tabunya Djenar Maesa Ayu juga bakal ditemukan dengan mudah di sini.
Kalo Anda penggemar novel Indonesia 90an, Anda akan menemukan koleksi Mira W, Marga T, S. Mara GD, Remy Sylado lengkap selengkap-lengkapnya. Penemuan yang paling menyenangkan tentunya novel Supernova-nya Dewi Lestari (walaupun udah pernah baca pas SMA tapi masih pengen liat lagi), serinya Sydney Sheldon, serinya Dan Brown (Angels and Demons, The Da Vinci Code, Digital Fortress), novel Saman dan Larung-nya Ayu Utami dan Fira Basuki (ga begitu suka tapi aku appreciate cara berceritanya.
Pernah juga suatu waktu liat sebuah buku hard cover (semacam ensiklopedi) keren tentang traveler di China, plus foto-foto dan resep masakan sana.
Belum lagi literature dari berbagai bahasa. Di FIB kita bakal dengan mudah menemukan karya-karya bahasa Inggris klasik karya Charles Dickens, Jane Austen, Shakespeare, dll. Trus ada juga bukunya orang bule-si-ahli-budaya Jawa, si Clifford Geertz dengan History of Javanya Belum lagi literatur-literatur Islam yang rada nyempil di bagian sastra Arab.
Di penghujung status kemahasiswaan ini, sebenarnya tekadku adalah mengkhatamkan beberapa buku yang rencananya memang akan kupinjam. Aku ingin membaca karya-karya N.H Dini dan Pramoedya. Aku juga ingin meminjam literatur Inggris. Ingin mengetahui pemikiran Hitler dalam Mein Kampf. Ingin mempelajari buku-buku tentang jurnalistik yang baru kuketahui keberadaannya baru-baru ini. Ingin meminjam buku-bukunya Enid Blyton yang kaya nilai moral (eh, ada gak yah kira2 Lima Sekawan, Sapta Siaga, Malory Tower, St. Clare,,). Ingin memperkaya konsumsi karya sastra klasik Indonesia dengan pengarang-pengarang legendari seperti Hamka, Muchtar Lubis, Armijn Pane, Sanusi Pane... Ingin meminjam buku feminisme, manajemen, politik, filsafat (Dunia Sophie), ,dan ehm, Serat Centhini.. Belum lagi yang memang recommended tapi sampe sekarang ga keturutan seperti novel "Rubuhnya Surau Kami"
Aku kesal ketika tidak bisa lagi membawa pulang buku-buku itu. membaca di tempat juga hampir sama menyenangkannya, namun tetap saja ada pembatasan waktu di perpustakaan itu.
Seperti pernah kubilang, aku suka menghirup bau buku-buku tua. Dan bau itu akan tersimpan dalam memoriku. Untuk mengenang betapa menyesal aku tidak menghabiskan lebih banyak waktu di perpustakaan.
--ngomong-ngomongin sihir Harpot, kata preterito perfecto (bahasa spanyolnya present perfect)kayaknya lebih cocok dikira mantra daripada sobre la biblioteca--
Baiklah saya meracau.
Jadi arti judul di atas adalah "tentang Perpustakaan". Kenapa pakai bahasa Spanyol, karena buat munculin vocab spanyol yang udah karatan banget. Trus, aku udah keseringan mengawali judul pake kata 'tentang'. (emang ga kreatif banget)
Nggak tau kenapa, tadi siang, aku merasa hatiku mencelos ketika menyadari tidak bisa lagi meminjam buku perpus (Namaku Hiroko-NH Dini) untuk dibawa pulang. Inilah hal yang paling tidak menyenangkan tentang lulus.
Sewaktu aku berniat mengakali dengan pinjam kartu anggota adik angkatan, si Ibu-ibu pustakawan-bahkan sebelum saya mengeluarkan kartu perpus- langsung menatap saya beberapa saat dan bilang "Mbak Dinda bukannya kemarin baru ngurus bebas pustaka?"
ngeekk..
Ketauan deh. Pake tau namaku segala lagi.. tengsin abis. Setel wajah nggak berdosa nggak mempan lagi dah kayaknya.
Padahal pengen banget pinjem novelnya N.H. Dini tadi.
Huff..
Aku selalu suka perpustakaan.
Perpustakaan itu sempat kubenci ketika masih dalam pengerjaan skripsi. Karena aku harus selalu masuk ke seksi karya-karya ilmiah.
Namun selebihnya, aku sangat suka perpustakaan. Kurasa itulah salah satu tempat paling nyaman. Tempat kita tidak harus bicara dengan orang lain. Tempat yang memang wajib tidak boleh berbicara dengan orang lain. Bukankah itu menyenangkan? Apalagi dikelilingi buku-buku dengan judul yang sangat beragam.
Bisa dibilang, sastra tidak terlalu kusukai dalam bentuk orang-orangnya(penghuni kampus FIB) dan kegiatannya. Namun lebih pada karya sastra tulisnya. Di sinilah tempat aku merasa bersyukur bisa kuliah di FIB. Semua jenis buku ada di sini. Dari buku Gurita Cikeas, Lord of the Rings, Harry Potter, Twilight, Mein Kampf, Agatha Christie, Ensiklopedi Islam sampe novel menyeh-menyeh keporno-pornoan Harlequin Series juga ada. Novel-novel tabunya Djenar Maesa Ayu juga bakal ditemukan dengan mudah di sini.
Kalo Anda penggemar novel Indonesia 90an, Anda akan menemukan koleksi Mira W, Marga T, S. Mara GD, Remy Sylado lengkap selengkap-lengkapnya. Penemuan yang paling menyenangkan tentunya novel Supernova-nya Dewi Lestari (walaupun udah pernah baca pas SMA tapi masih pengen liat lagi), serinya Sydney Sheldon, serinya Dan Brown (Angels and Demons, The Da Vinci Code, Digital Fortress), novel Saman dan Larung-nya Ayu Utami dan Fira Basuki (ga begitu suka tapi aku appreciate cara berceritanya.
Pernah juga suatu waktu liat sebuah buku hard cover (semacam ensiklopedi) keren tentang traveler di China, plus foto-foto dan resep masakan sana.
Belum lagi literature dari berbagai bahasa. Di FIB kita bakal dengan mudah menemukan karya-karya bahasa Inggris klasik karya Charles Dickens, Jane Austen, Shakespeare, dll. Trus ada juga bukunya orang bule-si-ahli-budaya Jawa, si Clifford Geertz dengan History of Javanya Belum lagi literatur-literatur Islam yang rada nyempil di bagian sastra Arab.
Di penghujung status kemahasiswaan ini, sebenarnya tekadku adalah mengkhatamkan beberapa buku yang rencananya memang akan kupinjam. Aku ingin membaca karya-karya N.H Dini dan Pramoedya. Aku juga ingin meminjam literatur Inggris. Ingin mengetahui pemikiran Hitler dalam Mein Kampf. Ingin mempelajari buku-buku tentang jurnalistik yang baru kuketahui keberadaannya baru-baru ini. Ingin meminjam buku-bukunya Enid Blyton yang kaya nilai moral (eh, ada gak yah kira2 Lima Sekawan, Sapta Siaga, Malory Tower, St. Clare,,). Ingin memperkaya konsumsi karya sastra klasik Indonesia dengan pengarang-pengarang legendari seperti Hamka, Muchtar Lubis, Armijn Pane, Sanusi Pane... Ingin meminjam buku feminisme, manajemen, politik, filsafat (Dunia Sophie), ,dan ehm, Serat Centhini.. Belum lagi yang memang recommended tapi sampe sekarang ga keturutan seperti novel "Rubuhnya Surau Kami"
Aku ingin begini
aku ingin begitu
Ingin ini-ingin itu banyaak sekali.. (Ost. DORAEMON)
Aku kesal ketika tidak bisa lagi membawa pulang buku-buku itu. membaca di tempat juga hampir sama menyenangkannya, namun tetap saja ada pembatasan waktu di perpustakaan itu.
Seperti pernah kubilang, aku suka menghirup bau buku-buku tua. Dan bau itu akan tersimpan dalam memoriku. Untuk mengenang betapa menyesal aku tidak menghabiskan lebih banyak waktu di perpustakaan.



