Terdengar seperti judul film di poster bioskop murahan yah?
Tapi begitulah. Takdir mempertemukan seorang gadis kampung (sok) intelek, Sri dengan sosok seorang George Soros, kapitalis asal Hungaria. Bukan mempertemukan secara fisik, melainkan hubungan tidak langsung karena kesamaan pekerjaan. Yaitu mengurusi emas.
Bedanya adalah, George Soros menganggap emas sebagai mainan, enak aja jual beli emas berton-ton, profit taking, dll..
Sementara Sri tergopoh-gopoh mempelajari cara pengoperasian mesin fotokopi, kadang bikin mesinnya paper jam, banyak banget buang-buang kertas, demi melayani orang-orang yang ingin membeli gadai, maupun menggadaikan emas.
Gimana sih ceritanya Sri bisa kecemplung dunia gadai emas ?
gimana, gimana?
(to be continued)
Tapi begitulah. Takdir mempertemukan seorang gadis kampung (sok) intelek, Sri dengan sosok seorang George Soros, kapitalis asal Hungaria. Bukan mempertemukan secara fisik, melainkan hubungan tidak langsung karena kesamaan pekerjaan. Yaitu mengurusi emas.
Bedanya adalah, George Soros menganggap emas sebagai mainan, enak aja jual beli emas berton-ton, profit taking, dll..
Sementara Sri tergopoh-gopoh mempelajari cara pengoperasian mesin fotokopi, kadang bikin mesinnya paper jam, banyak banget buang-buang kertas, demi melayani orang-orang yang ingin membeli gadai, maupun menggadaikan emas.
Gimana sih ceritanya Sri bisa kecemplung dunia gadai emas ?
gimana, gimana?
(to be continued)