Marriage Life

Satu lagi fase hidup telah saya jalani. Pernikahan. Teringat dulu pada saat setelah dilamar, pikiran saya menimbang-nimbang. "Bener nih ada yang mau sama saya?", "Bener nih bentar lagi jadi istri?", "Apakah ini yang benar-benar saya inginkan dalam hidup" Segala macam hal bergantian hadir. Hingga akhirnya saya semakin mantap. Inilah yang sedari dulu aku inginkan. Fantasi tentang pangeran berkuda putih dan segala macamnya. Ya, dia hadir dan semakin membuat saya memantapkan tekad. Tidak seburuk itu kok menjadi istri. Karena saya bukan sekadar menjadi istri. Saya akan menjadi istrinya. Dirinya yang membuat istimewa. Lelaki itu yang mampu mengimbangi 'aneh'nya pemikiran-pemikiran saya. Lelaki dengan kesabaran yang mengagumkan. Yang di balik sikap menyebalkannya, menyimpan kekepoan tentang segala macam hal tentang saya.



Our Wedding Invitation...( I can't believe that's real)
Ini Dia yang bikinin..ada-ada aja ya..konyol banget
our beloved parents, @ holy matrimony
Yaayyyy... i do love this camera angle
Pas khitbah. Nunduk mulu cuy.. :D