Setelah sekian lama hanya bisa berharap dan memimpikan bisa kembali ke kota kenangan itu, Alhamdulillah akhirnya hari Jum'at kemarin saya dan suami bisa ke Jogja. Teringat saat awal-awal menikah suami pernah tanya, "Kamu pingin honeymoon di mana?" lalu kujawab, "Di Jogja aja yuk." Namun karena satu dan beberapa alasan, akhirnya kami selalu mengurungkan niat untuk kembali ke sana.
Kami berangkat hari Jum'at tanggal 14 Maret 2014 malem, pake kereta Taksaka. Pas berangkat kemarin kita dapet harga tiket 355k. Emang sih mahal..tapi disuruh sumami beli yang ekse ajah *gaya*. Gak semata2 mencari prestis, dll loh. Lebih karena ga ada kereta yang jamnya pas aja, biar nyampe jogjanya subuh-subuh. Seperti yang kita ketahui bersama, Jakarta-Jogja membutuhkan waktu 9 jam perjalanan. Tadinya mempertimbangkan untuk naik pesawat sih.. tapii..mahal. Lagian juga naik kereta enak. Bisa menikmati perjalanan lebih lama dengan doi (jadul banget dong istilahnya).
Kami berangkat pukul 21.00 dan sampai Stasiun Tugu pukul 04.30. Sesampainya di stasiun, kami langsung menunaikan solat subuh dan membeli salak pondoh yang dijual simbok-simbok di situ (ceritanya food combining, sarapan buah,eheheh). Setelah itu, dengan menumpang taksi kami menuju tempat misi utama terletak..yaitu teman si suami. Misi utama yang dimaksud yaitu membawa pulang barang-barang suami semasa kuliahnya yang belum sempat dipaketkan setelah dia lulus kuliah. Nah, misi packing barang-barang ini memakan waktu hampir setengah hari. Nggak bermaksud ngepasin jam check-in hotel sih.. tapi ya Alhamdulillah juga sih hehe, jadi, emang packing barang itu ribet. Untungnya kita dapet pihak kargo yang oke banget. So, guys, I recommend you Mega Kargo. Selain bisa dijemput barang-barang kita, Mega Kargo juga muraahh. Cuma Rp 3000,- untuk rute Jogja-Depok. Jadilah kami waktu itu hanya mengeluarkan sekitar Rp 700.000,- untuk pengiriman paket yang seabrek itu.
Okay, first mission accomplished. Sekarang tinggal cari hotel. Eh, namun sebelumnya kami terlebih dahulu meminjam motor dari Alif Rental. Saya kaget sewaktu motor rentalan ini datang, karena wujudnya sangar. Ya. Motor cowok terpaksa menjadi teman perjalanan kami selama di Jogja ini karena terbatasnya stok motor di situ. Dengan tertawa kecil kami pamit dari rumah teman si Bos (bos=suami) untuk menuju hotel. Pilih punya pilih, akhirnya sampailah kami pada Hotel POP!. Kenapa? karena hotel yang mengklaim dirinya sebagai budget hotel ini punya ambience yang seger dan anak muda banget. Oke, saya bukan tipe orang yang menempatkan hotel (saat liburan) hanya sekadar tempat untuk numpang tidur. Menurut saya, kenyamanan hotel itu sepaket dengan definisi liburan menyenangkan. Nah, pilihan saya jatuh ke POP karena hotel ini harganya masih masuk akal (plus bisa pake corporate rate Alhamdulillah) , namun kamarnya bersih dan baru.
![]() | ||
| lobby hotel POP Jogja (jangan zoom, please. itu dari tas saya ada nyembul jeruk nipis bekal food combining) |
Oke setelah mandi, sholat dan membersihkan diri sesampainya di hotel (tentunya setelah ada tragedi sebelumnya *ga usah diceritain* *kenangan buruk* *youknowwhat lah*) kami bersiap untuk makan malam. Nah,,untuk mengobati kerinduan saya atas makanan khas Jogja, terdamparlah saya di Hercules, alias pusatnya kuliner Tuna.. Oke walaupun ini bukan khas Jogja, tapi makanan ini seriing banget saya makan saat kuliah dulu. Dulu ngerasa mahal.. Tapi sekarang murah *gaya* *murah dibanding jakarta maksudnya*..sampe kalap beli dua macem lauk buat sendiri, haha. Tapi serius deh, Hercules itu worth iiiiiittt banget. Enak semuanya.
![]() | |
| Agak gelap yah..itu yang berkuah Tongseng Tuna, yang kanan Telur Tuna. |
Nah, di hari kedua, saya memutuskan untuk beli oleh-oleh pagi-pagi. Hal ini sangat direkomendasikan lho sodara-sodara, secara kalao belanja itu kan makan banyak tenaga dan waktu, jadi emang enaknya pagi-pagi pas belom panas. Saya belanja (kebanyakan daster,hihi) hingga dhuhur tiba di Pasar Beringharjo. Lalu sorenya saya janjian dengan teman kuliah untuk kumpul-kumpul. Spot ketemuan akhirnya diputuskan WS alias Waroeng Steak and Shake. Setelah itu, karena masih ingin bercengkrama (plus mengimbangi suami yang juga sedang reuni bersama temannya-and-a lil-bit-business-meeting) kami pindah tongkrongan ke kedai minuman Milk Tea baru di Jogja, yaitu Chacha Milk Tea. Tempatnya lumayan bagus..yah emang yang beginian lagi menjamur sih sekarang yang bubble-bubble gitu. Kalo di jakarta kaya HopHop atau Chatime kali ya.
![]() |
| lightingnya bagus ya,hehe |
![]() |
| interiornya lucuk |
Berhubung saya lagi batuk waktu itu, akhirnya saya pesen Green Tea Milk anget dengan topping Mango Jelly. Hmm, rasanya emang jadi aneh sih. Tapi ya mungkin karena ga berupa es jadi begitu. Tapi punya temen yang rasa Coklat Oreo, dan anget juga, justru enakkk banget. Kaya Hot Chocolate.. eh ya udalah akhirnya aku nyruputnya banyak,hihihi.Second Mission: Accomplished!
Hari ketiga..jreng-jreng-jreng.. Inilah hari terakhir kami di Jogja. Kenapa hari Senin? karena suami si bos mau urus penutupan CV bisnisnya yang dulu pernah dirintisnya semasa kuliah. Sementara dia ke kantor pajak, saya nonton film bareng sahabat saya, hihi. Saya nonton 99 Cahaya di Langit Eropa2. Berasa bioskop pribadi.hihi, abisan siapa ya orang nonton hari senin siang begitu? Setelah semua urusan pajak kelar, akhirnya saya dan si bos pun meninggalkan kota tercinta ini.
Alhamdulillah puji syukur benar-benar saya panjatkan untuk liburan kali ini.. Insya Alloh bertemu dalam episode liburan selanjutnya..
![]() | |||
| view from boncengan motor :D. Satu-satunya foto si bos yang sempat didokumentasikan,hihihi |




