Catatan Dodol Ukhti Ngocol

Ukhti yang mana yang ngocol???!!

Heheheh..saya sedang tidak membicarakan diri saya sendiri lhoo... Catatan Dodol Ukhti Ngocol, yang selanjutnya saya singkat menjadi CDUN , merupakan judul buku yang baru saya beli. CDUN adalah buku karangan teman saya, Arkandini Leo. Ketika suatu hari saya diberitahukan oleh sahabat saya di Jogja bahwa dia melihat nama Arkandini di toko buku, spontan saya pesan buku itu padanya. Buku itu diterbitkan oleh ProU Media.

Arkandini di mata saya adalah sosok yang unik, lucu, sedikit childish, dan cerdas luar biasa. Awal perkenalan kami yaitu di Tarbiyah Tsaqofiyah di Masjid Mardliyyah UGM. Dengan cepat dia bisa akrab dengan seisi kelas. Dini, begitu saya memanggilnya, sangat menyenangkan. Dan dia juga sangat manis. Di hari saya wisuda, dia memberikan susu kotak untuk saya (walaupun sudah dihabiskan. Karena katanya lelah dan haus mencari saya tidak ketemu-ketemu). Ah Dinii,kangeen..

Okay, kembali ke resensi bukunya.. Saat pertama buku ini saya pegang, saya langsung tertarik kepada cover belakang bukunya.
ini adalah penggalan cerita dalam novelnya
 Emang lucu sih, konyol, ada-ada aja. Jadi, hampir semua bab di buku ini menceritakan kejadian menarik yang pernah terjadi dalam kehidupan penulisnya. Nah, setiap kejadian dijelaskan oleh Arkandini dengan bahasa yang mengalir dan kosakata-kosakata kocak yang khas dirinya, seperti koplak, once..Arkandini menceritakan kelakuan teman-temannya yang terkadang aneh. Koq bisa ya dia menemukan orang-orang 'ajaib' seperti itu? Hehe, mungkin karena Arkandini ini juga orangnya ajaib,. Tapi ajaib dari segi positif sih.

Contoh lain selain tragedi film horor dan zooliwood itu, Arkandini pernah menemui seorang teman yang bersihan. Istilah medisnya mungkin Obsessive Compulsive Disorder ya, dalam hal ini mengenai kebersihan. Saking bersihnya, setiap mereka berbagi minuman dan sedotan yang sama, dengan cueknya temannya Arkandini memotong bagian atas sedotan yang bekas digunakan temannya. Dalam hal ini, Arkandini ingin menyampaikan tentang pentingnya menghargai perasaan orang lain.

Di bab lain, senyum saya juga sempat tersungging dengan cerita(curhat tepatnya) penulis mengenai dirinya yang sedang berada dalam bayang-bayang skripsi.

Setiap akhir dari cerita yang Arkandini tulis, dia menghubungkannya dengan hikmah keislaman. Inilah yang menurut saya menjadi kekuatan buku CDUN ini. Pembaca diberikan pengetahuan yang lebih lagi mengenai ilmu Islam dan juga kisah nabi dan sahabat. Selain itu, penulis juga mengajarkan bahwa setiap kejadian yang kita alami mengandung hikmah.

Saya sangat merekomendasikan buku ini. Di samping isinya yang berbobot, namun di saat yang sama juga sangat ringan. Bukunya terbilang tipis. Saya pribadi membacanya selama dua hari (kalau dulu masih belum berkeluarga mungkin bisa hanya beberapa jam saja :D) YAng mengecewakan mungkin hanya jilidan bukuny yang tidak terlalu bagus. (hehe ini teknis sih)

Cukup resensi saya atas buku CDUN ini. Semoga Arkandini segera menerbitkan buku-buku keren lainnya..



Hai Dinii..it's me with your book :D