Ketika Barang yang Kita Pinjamkan Rusak

Ketika barang yang saya pinjamkan rusak, di situ kadang saya merasa sedih :(
Jadi males ngapa-ngapain. Di satu sisi pengen nanya, pake banget. Paling nggak mau tanya, "Pas kamu pake, udah begitu belum?" Paling nggak kan bisa diurut tuh..nggak asal fitnah. Udah pengen banget crosscheck tapi gimana..barang itu dipinjamkan bukan melalui saya..tapi ada 'perantara'  orang lain yang juga memiliki hak atas barang tersebut. - tapi tetep pengguna aktifnya adalah saya. Saya yang ngrawat itu barang :'(
I don't know why it bother me SO MUCH, more than when I lost my stuff (by myself). I feel like I haven't any strength to handle this. I'm powerless :( Many things I should do right now, but this problem makes me just, restless and dont know what should  do. In one side, I really want to punch him/her face for damaging my stuff, but in the other side he/she's my relative so i wouldn't ruin our relationship because of the small things. IT'S NOT SMALL THINGS THO. It costs me LUMAYAN and when I bought it RIBET banget bawanya.
Astaghfirulloh astaghfirulloh :(
Bener bener diuji nih keikhlasan...
Kalau mau egois sih emang bisa aja minta ganti. Tapi gimana ya..boro boro minta ganti, mau nanya aja gak bisa. Yes, literally, it seems impossible for me to do so.
Maybe when I pass this like, one month after, I will feel much better and just laughing my anger. I never feel this way. There's nothing I could do to make this part easier. So I have to force myself for accept it. This writing help to figure out the problem was. To remind me that i'm not really loss at all..
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,  “Tolong-menolonglah kamu di atas kebaikan dan ketakwaan, janganlah tolong-menolong di atas dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maa'idah: 2)
Berdasarkan ayat ini, maka memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan merupakan ibadah yang membuahkan pahala, karena ia masuk ke dalam keumuman tolong-menolong di atas kebaikan dan takwa.
Sekarang yang bisa saya lakukan hanya meyakinkan diri bahwa pahala mengalir dan dosa saya (yang bejibun) diampuni karena:
1. Saya meminjamkan barang.
2. Kesedihan saya
Nabi s.a.w bersabda : “Tidaklah kelelahan, penyakit, gelisah, duka, dan kesedihan menimpa seorang Muslim bahkan sekadar duri yang menusuk kulitnya, melainkan Allah menjadikan semua itu sebagai penebus kesalahan-kesalahannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
3. Saya menahan diri dari konfrontasi sehingga hubungan baik dapat terpelihara.
.
.
.
.
Jadi, bisa lebih lega dong sekarang?
HARUSNYA SIH IYA YA tapi ya gitu deh........................