I can't believe now i'm watching drama series. Frequently.
Dan bukan drama biasa. Drama turki. Err... padahal selama ini selalu memandang rendah penonton sinetron. Sekarang saya kemakan omongan sendiri deh. #hvt #kzl
Okay..tapi ini bukan drama biasa loh. Cuma cerita dua anak yang ketuker di rumah sakit. (Can I be more pathetic?)
Terus apa sih sebenernya tujuan saya menulis ini? Jadi begini..saya menemukan pola yang menyebabkan seseorang berselingkuh. Dalam hal ini pihak laki2.
Jadi bagi yang belum pernah nonton serialnya, ada sepasang suami istri kaya raya bernama Cihan (suami) dan Dilara. Satunya single mother miskin bernama Gülseren. Kedua ibu itu, Dilara dan Gülseren, melahirkan di waktu dan tempat sama, jenis kelamin kedua bayi merekapun. Bisa ditebak yah selanjutnya, macem Putri yang Tertukar gitu lah. Cuma dengan versi idung pemainnya yang mancung. (Paling suka deh ngelihat Dilara) *abaikan
Dilara melahirkan Hazal. Gülseren ibunya Cansu. Tapi ketuker. Jadi Hazal hidup miskin, Cansu sebaliknya. Pas umur 15 tahun, kebenaran akhirnya terkuak (((terkuak))) dan Hazal akhirnya tinggal di rumah pasangan Cihan-Dilara.
Masalah tukar menukar inilah yang akhirnya membuat bapaknya Hazal dan ibunya Cansu jadi dekat. Dan lama-lama ya gitu deh.. sampe saya jadi males ngikutin serial itu lagi. Abis, saya paling alergi sama urusan selingkuh-selingkuhan euy.
The point is, apa yang membuat Cihan selingkuh? 1. Salah Cihan lah ngapain perhatian berlebihan sama ibunya Cansu. Okelah kasian karena miskin, khawatir sama idupnya Cansu juga, tapi kan.. dia udah ada istri yang cantik berkharisma *sewot
Alasan kedua tentu dari pihak Gülseren lah ya. Ngapain juga nanggepin perhatian dari suami orang. Yang ketiga, ini nih yang jadi fokus utama tulisan ini, adalah perilaku Dilara yang membuat suaminya berpaling.
apa sih membuat Cihan mengkhianati Dilara? Apa karena Gülseren lebih cantik?
Menurut opini sotoy saya, bukan cantik yang membuat berpaling (walaupun tetep ada sih). Despite of the fact that it's just fiction, menurut saya Dilara cantiknya paripurna. Dan coba ingat2, ga jarang kan kita menemukan orang2 yang diselingkuhi lebih cantik daripada selingkuhannya?
Ada yang lebih urgen dari cantik, yaitu NYAMAN. Kalau suami nyaman bersama kita, niscaya dia akan betah dan menjadi ketergantungan dengan kita. Nah, berikut saya paparkan caranya agar jadi istri yang mirip kasur (alias yang bikin nyaman.hehe)
1. Dilara membuat suaminya tidak nyaman padanya karena: curigaan.
Masalah curigaan alias insekyur inilah yang saya pikir menjadikan suami jadi jengah yah. Soalnya, yang mengganggu bukan hanya masalah cemburunya, namun juga perilaku istri jadi berubah secara keseluruhan. Ada keraguan bahwa kita ga bisa selalu memenangkan hati suami. Kenapa? Karena akar dari sebuah perilaku insecure adalah ketiadaan kepercayaan diri. Kalau kita ga percaya diri, ga nyaman sama diri sendiri, gimana kita membuat suami nyaman?
Jika dirunut satu persatu, kepercayaan diri datang dari hati yang ikhlas yang tidak bergantung dan bersandar pada manusia (dalam hal ini suami). Kita sebenernya sudah diwanti-wanti ya.. berharap tuh ya ke Alloh aja. Cuma emang seringnya lupa sih. Ya, kita menikah dengan seseorang kan karena Alloh ya. Jadi kita harus meluruskan niat selalu untuk melakukan segala hal karena, dan untuk Alloh semata.
Ga usah deh kita harapkan ucapan terimakasih dan harapkan pujian dari suami setiap kita melakukan sesuatu untuknya. Kenapa? Ya itu..bisa jadi ujung2nya kecewa. Karena suami kan manusia juga tempat khilaf dan dosa. Udah deh, kita cari perhatian ke Alloh aja. Kalo 'caper' ke Alloh mah ga pernah dicuekin ya kan? Malah banyak bonusnya.
2. Tumbuhkan kepercayaan diri dengan menjadikan diri sendiri bermanfaat bagi orang lain.
Dari pribadi yang selalu tahu potensi dirinya, yang mandiri, yang berkarya, sehingga tidak ada ketergantungan (khususnya finansial) kepada suami.
Ga bisa dipungkiri masalah finansial itu krusial banget dalam kehidupan pernikahan. Namun, saya juga nggak serta merta menyarankan para ibu untuk bekerja. Walaupun tidak bekerja, wajib hukumnya untuk tetap berkarya. Karya ini tidak harus selalu dikomersilkan. Yang penting adalah bahwa karya kita bermanfaat untuk orang lain. Dengan perasaan bermanfaat ini, selain kitapun akan lebih semangat dalam menjalani hari-hari, kita juga jadi punya ketrampilan juga agar mandiri.
3. Kenyamanan datang dari hati yang tenang karena bersyukur.
Jangan membandingkan kelebihan hubungan orang lain dengan kita. Baik berupa hal materiil maupun non materiil, seperti kemesraan
Kadang kita jadi terpengaruh karena melihat hubungan orang lain TERLIHAT lebih harmonis, romantis, dll. Kita kadang otomatis membandingkan dengan suani dan akhirnya kecewa suami tidak bisa memberikan perhatian yang sama. Padahal kan emang beda2 ya setiap manusia. Coba deh dibalikin ke kita, apa kita mau dibanding2kan?
Okelah suami kita mungkin jarang bilang cinta ke kita. Tapi dia telaten banget ngurusin anak sampe rela bangun2 malem untuk bantuin. Kan sama aja tuh. Catat ya, nggak bilang cinta nggak membuat lelaki menjadi suami yang buruk.
4. Hindari perilaku menghindarkan suami dari hobinya.
Girls..pastinya hobi suami membuat istri menjadi merasa tersisihkan. Tapi tau ga sih, bahaya loh kalau kita menghindarkan suami dari hobinya. Hobi itu merupakan bentuk 'me time'. Kita harus memberi ruang padanya karena hobi ini adalah saran pelepas stress.
Cuma ya balik lagi sih, untuk hal ini. perlu ada kesepakatan dari kedua belah pihak. Harus ada pembicaraan baik2 mengenai keberatan-keberatan istri dan bagaimana cara toleransinya.
5. Terbuka dalam masalah uang
Yup, uang. Problem paling sensitif di segala jaman. Kembali ke drama Turki, Dilara di sini juga digambarkan memberi uang secara diam2 kepada adik tirinya. Pas Cihan tau, otomatis kan dia kaget. Ribut deh.
Untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, saya rasa sangat penting bagi kedua belah pihak untuk sama2 berperan terhadap keputusan penggunaan harta. Cuma sebagai istri yang baik calon penghuni surga, kita tentu harus sangat pengertian (dan kalau bisa mengambil inisiatif) jika suami ingin memberi uang ke keluarganya sendiri.
Kenapa? Ya ga cuma sebatas emang perintah agama yah kalo suami itu setelah menikah tetep prioritasnya adalah ibunya, tapi ini semua tentang kecintaan suami terhadap keluarganya. Jika istri cenderung pelit, lama kelamaan suami jadi malas bilang ke istri, sehingga komunikasi antara keduanya pun menjadi tidak lancar sehingga berpotensi tinggi berkonflik.
...
5 nov 2015 , 20:44 , sambil dasteran menunggu suami pulang.
Sumber foto: www.merakhersey.com/tag/dizi-izle/