Seringkali kita melihat kakek-kakek yang hidup sendiri di masa tuanya. Terbersit rasa kasihan yang mendalam, lebih daripada melihat nenek-nenek. Terlebih biasanya kakek-kakek terlihat tidak terurus. Apakah Anda merasakan hal yang sama?
Wanita, umumnya bisa mengurus dirinya sendiri. Jadi kalaupun tinggal sendiri, pasti tidak akan menganggur dan akhirnya depresi karena dia terbiasa dengan aktivitas-aktivitas rutinnya. Berbeda dengan lelaki, yang umumnya terbiasa diladeni semasa hidupnya, baik oleh ibu maupun istrinya.
Ada pelajaran berharga yang bisa dipetik dari fenomena ini:
1. Sebaiknya ajarkan anak laki-laki ketrampilan rumah tangga sejak dini. Jadi, ketika ditinggal ibu atau pasangan hidupnya, laki-laki terbiasa mengurus dirinya sendiri.
2. Selain ditinggal mati pasangan, ada lagi penyebab seorang pria tua akhirnya sendiri. Biasanya karena bercerai. Ini yang biasanya membuat keadaan seorang lelaki lebih parah. Ya, selain kesendirian, ada kesedihan mendalam yang turut berperan penting yang memperparah keadaan. Coba lihat di sekeliling kita, adalah lelaki seperti itu?
Hal ini merupakan hikmah bagi kita para pasangan-pasangan muda. Kenapa? Karena mempertahankan pernikahan sangat penting. Itulah sebabnya kita menjunjung tinggi kesetiaan pada pernikahan. Kita tidak hanya sekadar loyal terhadap pasangan, namun kita harus berkomitmen pada pernikahan itu sendiri.
Ingatlah bahwa pada akhir hidup kita nanti, pada saat raga menua, sekadar harta tak bisa berperan lagi untuk menyenangkan hati-hati kita. Keluarga bahagialah yang bisa.