Hoax yang Bikin Muak

Beberapa waktu belakangan arus informasi melesat sangat cepat dan meninggalkan sejumlah remah-remah kecil mengganggu bernama hoax. Sebenarnya saya malaaas banget membahas ini karena memang hoax itu adalah hal gak penting dan tak perlu ditanggapi karena tidak memiliki sumber valid.  Tapi saya rasa, hal ini perlu dilakukan guna mendeteksi adanya upaya adu domba.

Dalam tulisan ini ada 3 kasus yang akan saya jadikan contoh fenomena percobaan adu domba tersebut.

1. Fenomena Botol Equil


   - Botol Equil dikira botol miras -

2. Fenomena Ulin Yusron
   - Ulin Yusron dikira Amalia Ayuningtyas yang lepas jilbab-

3. Fenomena Aksi " Parade Budaya Kita Indonesia" 

link akun pengkonfirmasi hoax Parade Kita Indonesia https://www.facebook.com/maman1965
   - Tangkapan layar tayangan Metro TV yang telah diedit, bahwa peserta aksi berjumlah 100 juta orang-

Dari fenomena-fenomena di atas kita bisa mengambil sebuah peringatan untuk diwaspadai. Seperti halnya berita-berita hoax lain, penyebar ketiga berita tersebut tidak jelas. Kasus Equil, pertama kali diunggah oleh akun FB bernama Jack. Begitu pula akun FB penyebar fenomena Ulin Yusron yang menamakan diri Faizal Muhammad Tonong . Dalam kasus  tangkapan layar Metro TV yang telah diedit, setelah ditelusuri dalam sebuah akun pengkonfirmasi hoax bernama Indonesian Hoaxes Community,  akun FB Pengkritik Jujur ditengarai menjadi penyebar info ini pertama kali.

Dari akun-akun tersebut, bisa terlihat bahwa mereka tidak pernah membagi hal-hal bersifat personal dan isi linimasanya merupakan kumpulan artikel-artikel provokasi lain. Akun ini berarti sengaja dibuat sebagai propaganda untuk kepentingan tertentu. 

Kedewasaan sangat diperlukan untuk menghadang arus berita-berita hoax ini. Karena, bukannya tidak mungkin kan hal ini dimaksudkan untuk mengadu domba? Akun-akun ini sengaja diposisikan sebagai kaum A yang kerjanya menjelek-jelekkan kaum B. Kaum A ini menjelek-jelekkan dengan cara murahan -dengan menyebar info hoax- . Sehingga terciptalah anggapan kaum A adalah kaum pembenci, tidak beradab, penyebar fitnah, uneducated. Bisa saja akun yang seolah-olah bagian dari kaum A hakikatnya merupakan buatan dari kaum B untuk menciptakan citra buruk kaum A. Apa sih yang mustahil dari dunia maya?