Sirah Nabawiyah Part 3

*RESUME KAJIAH SHIROH NABAWIYAH PART #3*

Pemateri : Ustadzah Sarah, Lc
Hari/Tgl : Rabu/8 Februari 2017

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

*# ARAB SEBELUM ISLAM #*
*A. Jazirah Arab*
Menurut bahasa, kata Arab berarti padang pasir yang tidak ada air dan tanamannya. Sedangkan jazirah adalah pulau. Maka Jazirah Arab berarti pulau berupa padang pasir.**
Jazirah Arab berbentuk persegi panjang yang terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian tengah dan tepi.
Pada bagian tengah mayoritas berupa gurun. Pada bagian tepi merupakan bagian yang subur dan intensitas hujan yang merata,sehingga penduduk Arab menempati bagian tepi ini.

Letak Geografis Jazirah Arab
Batas sebelah barat: Laut Merah dan Gurun Sinai
Batas sebelah timur: Teluk Arab dan sebagian besar neheri Iraq selatan
Batas sebelah selatan: Laut Merah yang bersambung dengan Samudera Hindia
Batas sebelah utara: negeri Syam dan sebagian kecil dari negara Iraq
*negeri Syam terdiri dari Palestina, Suriah, Lebanon, dan Yordania

Dengan kondisi geografis Jazirah Arab yg demikian membuat Jazirah Arab seperti benteng pertahanan yang kokoh, yang tidak memperkenankan bangsa asing untuk menjajah dan menguasai bangsa arab. Maka kita dapat melihat penduduk Jazirah arab hidup merdeka dan bebas dalam segala urusan sejak zaman dahulu. Padahal, waktu itu mereka hidup bertetangga dengan dua imperium besar saat itu (Romawi dan Persia), yang serangannya tidak mungkin dapat dihadang andai tidak ada benteng pertahanan yang kokoh seperti itu.

Bangsa Arab sering disebut orang-orang Ummiy, yaitu orang -orang yang tidak terpengaruh oleh budaya luar.
Karena letak geografisnya seperti itu pula, sebelah utara dan selatan Jazirah Arab menjadi tempat berlabuh berbagai bangsa untuk saling tukar-menukar perniagaan, peradaban, agama dan seni.
Bangsa Arab
Berdasarkan silsilah keturunan dan asal usulnya, para sejarawan membagi bangsa arab menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Arab Ba'idah
Yaitu kaum-kaum Arab yang sejarahnya tidak bisa dilacak secara rinci. Jejak mereka tidak dapat diketahui kecuali hanya terdapat dalam catatan kitab-kitab suci.
Arab Ba'idah ermasuk bangsa Arab yang dulu pernah mendiami wilayah Mesopotamia / Iraq. Akan tetapi karena serangan Raja Namrud dan kaum yang berkuasa di Babilonia sampai Mesopotamia bagian selatan (pada tahun 2000 SM) suku bangsa ini berpencar dan berpindah ke berbagai daerah.
Kaum-kaum Arab ini seperti 'Ad, Tsamud, Ghasan, Jad, dll.
Kaum 'Ad (kaum Nabi Hud 'alaihissalam), menempati daerah ar-Rub’u al-Khali (Saudi Arabia bagian selatan).
Kaum Tsamud (kaum Nabi Salih 'alaihissalam), menempati kota Mada'in Salih (sekarang menjadi situs sejarah untuk dilakukan penelitian).
**QS Hud: 61-68 dan Asy Syu'ara: 123-139, menjelaskan ttg kisah kaum 'Ad dan Tsamud.
**QS Al Haqqah: 6 dan Al Qamar: 18, menjelaskan tentang kaum 'Ad yang dibinasakan dengan angin yang sangat dingin dan amat kencang (Aingin Sor-sor).
QS. Al Haqqah 6
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang.
QS. Al Qamar 18
كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ
Kaum 'Aad pun mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

2. Arab Aribah
Yaitu bangsa Arab yang berasal dari keturunan Qahthan.  Maka suku ini dikenal dengan sebutan Arab Qahthaniyah.
Suku ini menetap di tepian Sungai Eufat kemudian pindah ke Yaman. Kabilah yang terkenal ada 2 kabilah,yaitu

A. Kabilah Kahlan, yang terdiri dari beberapa suku terkenal, yaitu Hamadan, Anmar, Thayyi', Madzhaj, Kindah, Lakham, Judzam, Azad, Aus, Khazraj, dan anak keturunan Jafnah, Raja Syam.

B. Kabilah Himyar, yang terdiri beberapa dari suku yang terkenal, yaitu Zaid Al Jumhur, Qudha'ah, dan Sakasik.

Kerajaan yang terkenal adalah kerajaan Saba' berdiri pada abad ke 8 SM dan kerajaan Himyar pada abad ke 2 SM (QS Saba' : 15-18)
Kerajaan ini terkenal dengan hasil alamnya sehingga banyak orang yang berhijrah dan berdagang ke sana. Dengan demikian, kerajaan ini bisa menjadi kerajaan yang sangat kaya dan makmur pada saat itu. Allah subhaanahu wata'aala mengabadikan keadaan mereka di dalam QS Saba': 15.
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah 
.negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".

Penyebutan dua kebun di ayat ini tidak berarti bahwa kebun itu jumlahnya hanya dua, tetapi yang dimaksud dengan dua kebun adalah kebun-kebun yang berada di sebelah kiri dan kanan lembah tersebut.   
                    
Lembah itu menjadi sangat subur karena adanya bendungan yang bisa menampung air yang sangat banyak. Bendungan itu terkenal dengan nama bendungan *Saddul Ma’rib* Dengan adanya bendungan itu, kaum Saba’ tidak perlu merasa takut akan persediaan air dan mereka dapat memanfaatkannya untuk pengairan (irigasi) kebun-kebun mereka. Ini adalah nikmat yang sangat besar yang diberikan oleh Allah kepada mereka.

Karena memiliki bendungan yang sangat besar dan kebun-kebun yang sangat luas, kerajaan Saba’ menjadi sangat makmur dan memiliki bala tentara yang sangat kuat.
Kaum Saba’ selama beberapa lama sempat bertauhid kepada Allah Azza wa Jalla .
Sebelum Ratu Bilqis masuk Islam, kaum Saba’ menyembah matahari dan bintang-bintang. Setelah beliau memeluk Islam, maka kaumnya pun mengikutinya.

Sampai kurun waktu tertentu, kaum Saba’ dalam keadaan bertauhid kepada Allâh Azza wa Jalla , hingga akhirnya kembalilah mereka ke agama nenek moyang mereka.
Mereka tidak bersyukur kepada Allâh Azza wa Jalla dan kembali menyembah matahari dan bintang-bintang, sehingga Allah Azza wa Jalla menurunkan azabnya dengan menghancurkan bendungan Ma’rib yang mereka buat.  Dengan adzab yang Allâh Azza wa Jalla turunkan itu, hancurlah semua kebun yang mereka banggakan selama beratus-ratus tahun dan Allâh Azza wa Jalla gantikan dengan kebun-kebun yang tidak berarti. QS Saba': 16.
فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.
Ini semua adalah balasan bagi orang yang sangat kafir kepada Allâh Azza wa Jalla dan tidak mensyukuri nikmat-Nya.

3. Arab Musta'ribah
Yaitu menjadi Arab atau peranakan, disebut demikian karena waktu Jurhum dari suku bangsa Qahthan mendiami Mekkah, mereka tunggal bersama Nabi Ismail yang bukan keturunan Arab, mengawini suku Jurhum. Arab Musta'ribah sering disebut Bani Ismail bin Ibrahim Ismail (Adnaniyyun). Keturunan Adnan merupakan nenek moyang Rasulullah.
Kisah Ibrahim AS & Sarah
Iraq ---- Haran + Palestina ---- Mesir ---- Palestina
Kisah Hajar & Ismail
Palestina ----Bakkah--- Suku Jurhum ---4 fase pertemuan dengan Ibrahim AS
*B. Kisah Nabi Ibrahim AS*
Ibrahim AS adalah orang Babilonia, Iraq. Putra Kedua dari 3 bersaudara , Naahur & Haarun. Ayahnya bernama Tarikh/ Tarokh dan Ibu Amiilah.
Kisah Nabi Ibrahim AS terdapat dalam  Al Qur’an antara lain :
1. QS Ankabut 16-27
2. QS Maryam 41-48
3. QS Anam 78-80
إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ بِحُكْمِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ٧٨ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۖ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ ٧٩ إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ ٨٠
Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui .Sebab itu bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata. Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.
4. QS. Anbiya 51-70
5. QS Al Baqarah 258

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.    
Di awal dakwah Nabi Ibrahim AS kepada Raja Namrud Bin Kan’an. Salah satu raja dunia yang  kafir. Nabi Ibrahim AS mendapatkan wahyu salah satunya melalui perenungan. Turunnya wahyu melalui 15 cara.
Nabi Ibrahim berasal dari Ar, wilayah Mesopotomia, Babilonia, Iraq, dipinggir barat sungai Furat, dekat Kufah. Setelah sekian lama menetap di Mesopotomia, Nabi Ibrahim hijrah ke Harran dan Palestina hingga ke Mesir. dan menjadikan negeri itu sebagai pijakan/markas dakwah beliau. Beliau banyak menyusuri pelosok negeri ini dan lainnya, dan beliau pernah sekali mengunjungi Mesir.
Fir'aun (sebutan bagi penguasa Mesir) kala itu berupaya untuk melakukan tipu daya dan niat buruk terhadap istri beliau, Sarah. Namun Allah membalas tipu dayanya (senjata makan tuan). Dan tersadarlah Fir'aun itu betapa kedekatan hubungan Sarah dengan Allah hingga akhirnya ia jadikan anaknya. 
Hajar sebagai abdinya (Sarah). Hal itu dia lakukan sebagai tanda pengakuannya terhadap keutamaannya,kemudian dia (Hajar) dikawinkan oleh Sarah dengan Ibrahim. Ibrahim Alaihis Salam kembali ke Palestina dan Allah menganugerahinya Isma'il dari Hajar.