Sirah Nabawiyah Part 4

*Resume Kajian Sirah Nabawiyah part 4*

Pemateri : Ustadzah Sarah, Lc
Hari/Tgl : Rabu/22 Februari 2017

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
*KISAH PERJALANAN DAKWAH NABI IBRAHIM AS*

Ibrahim bin Tarukh/ Terakh bin Nahuur bin Saarugh bin Rooghu. Ibunya bernama Amiilah. Ibrahim AS lahir di Ur, wilayah Mesopotomia, Babilonia, Iraq, dipinggir barat sungai Furat, dekat Kufah.


*Perjalanan Dakwah Nabi Ibrahim AS*
Iraq ---- Ard Muqoddasah (Haran+Palestina) ---- Mesir ---- Ard Muqoddasah (Bumi yang disucikan)
Ayah Nabi Ibrahim AS berprofesi sebagai pembuat patung berhala. Beliau berdakwa kepada Ayahnya dikisahkan dalam QS. Maryam 41-48.
Setelah sekian lama menetap di Mesopotomia, Iraq Nabi Ibrahim hijrah ke Ard Muqoddasah (Harran dan Palestina) bersama istrinya Sarah, Bapaknya daan Keponakannya , Luth AS. Pada QS Ankabut 26 Luth AS membenarkan kenabian nabi Ibrahim AS.
فَاٰمَنَ لَهٗ لُوْطٌ ۘ  وَقَالَ اِنِّيْ مُهَاجِرٌ اِلٰى رَبِّيْ    ؕ  اِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Maka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
[QS. Al-'Ankabut: Ayat 26]

Setelah menetap di Haran, Ibrahim AS berpindah ke Mesir. Beliau banyak menyusuri pelosok negeri ini dan lainnya, dan beliau pernah sekali mengunjungi Mesir. Fir'aun (sebutan bagi penguasa Mesir) / ‘Amr bin Imrul Qois. Raja Mesir tersebut memiliki kebiasaan buruk, yaitu merebut istri orang. Sehingga kala itu Sarah mengaku sebagai saudara nabi Ibrahim AS, namun Fir’aun tetap berupaya untuk melakukan tipu daya dan niat buruk terhadap Sarah. Namun Allah membalas tipu dayanya (senjata makan tuan). Dan tersadarlah Fir'aun, sehingga Sarah diberikan seorang budak pilihan yaitu Hajar (orang Qibti, Mesir).

Dalam perjalanan Dakwah nabi Ibrahim AS, melakukan kebohongan sebanyak 3 kali, yaitu :
1. Pada saat diajak oleh sang Ayah dalam perayaan penyembahan berhala, Ibrahim AS beralasan sakit agar tidak dapat mengikuti.
2. Dalam penghacuran berhala.
3. Perkara Sarah, sebagai saudarinya Ibrahim AS.

Kemudian Ibrahim AS, melanjutkan perjalanan dakwah ke Baitul Maqdis (Hebran/ Kan’an) dan menetap disitu.
“ Allah mewayuhkan kepada Ibrahim AS. Beliau diperintahkan untuk melihat sekelilingnya, seluruh penjuru mata angin. Dan memberi kabar gembira bahwa kekuasaannya.”
Setelah selama 10 tahun tidak memperoleh keturunan dengan Sarah, Sarah memberikan Hajar kepada Ibrahim. Hajar-pun dibebaskan sebagai budak, dan dijadikan istri Ibrahim AS.
Hasil pernikahan antara Hajar dan Ibrahim AS, dikaruniakanlah keturunan yaitu Ismail, yang pada saat itu Ibrahim AS sudah berusaha 86 tahun, 13 tahun sebelum kelahiran Ishaq.

Setelah kelahiran Ismail, kecemburuan Sarah terhadap Hajar semakin meningkat, dari Palestina Ibrahim AS mengajak Hajar dan ismail untuk berpindah ke tanah Hijaz.
Menurut DR. Bakar Abu Zaid, alasan penggunaan nama  ada 2 , pertama karena disabuki dan dikelilingi pegunungan atau tanah bebatuan, atau dengan keduanya, sehingga dinamakan Hijaz. Hijaz dari istilah istijaz.

Ketika siti Hajar ditinggalkan Ibrahim AS di lembah yang gersang, beliau menanyakan sampai 3x  kepada Ibrahim, Wahai Ibrahim apakah kau meninggalkan aku dan ismail disini ? dan  Ibrahim hanya diam dan jalan untuk meninggalkan, hingga sampai yang ke 3, siti hajar berkata : “ Apakah ini perintah Allah?” dan Ibrahim-pun mengangguk dan pergi meninggalkan hajar.

Ketika perbekalan makanan Hajar dan ismail sudah habis, Hajar mulai mencari air dengan berlari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali (dan ini latar-belakang di syariatkan ibadah sa’i)

Ketika ismail menangis, di bawah kakinya nya terpancar air. Hajar membendung air tersebut dengan menyebut kata zam-zam (berkumpul-berkumpul). Setelah munculnya zam-zam tersebut, burung-burungpun berkumpul sehingga menjadi pertnda adanya kehidupan di lembah kering tersebut. Sehingga hal tersebut yang menjadikan suku jurhum dari Yaman untuk meminta ijin ke siti hajar untuk diperbolehkan tinggal di Bakkah. Dan siti hajar mengijinkan namun tidak memberikan hak kuasa terhadap air zam-zam tersebut.

*Kunjungan Ibrahim ke Mekkah :*
1. Setelah 13 tahun : Penyembelihan, pembangunan ka’bah, Perintah khitan
2. Setelah wafatnya Hajar
3. Bertemu istri ismail yang sholehah.