Mulia di Mata Siapa?


Dimana-mana, mengunjungi orang sakit memang berefek sangat dahsyat untuk mental ya. Inilah yang saya alami beberapa bulan yang lalu. Saya kembali diingatkan Alloh untuk mengambil pelajaran tentang musibah sakit. Hari itu saya berkesempatan menemui sepasang suami isteri yang sedang diuji sakit.

Sang suami telah berpuluh tahun berjuang dengan Dementia. Ini diagnosa sotoy saya aja sih kalo melihat dari gejala-gejalanya.. soalnya gak enak mau memastikan ke keluarganya. Bicaranya meracau, ingatannya memudar. Beberapa tahun belakangan kondisinya diperparah dengan adanya pengapuran tulang sehingga kakinya tak lagi dapat berjalan.

Kondisinya yang seperti itu membuatnya tergantung pada keluarganya. Alhamdulillah Alloh menganugerahkan keluarga yang penuh kesabaran. Anak-anaknya terlatih sejak kecil untuk mengurus ayahnya. Istrinya , tak perlu diragukan lagi ketulusan dan kesabarannya. Di tengah ujian tersebut, sang suami yang sedang sakit rupanya bersikap kurang baik terhadap sang istri. Hal ini dilatarbelakangi oleh kejadian di masa lalu sang suami yang pernah merasa disakiti oleh keluarga sang istri.

Kebayang ya, udah kita capek mengurus suami sakit, eh si suami malah memperlakukan dengan buruk. Memang sih susah kalau mau disalahkan dengan kondisi psikologis suami yang labil. Inilah yang menjadikan sang istri terlihat sangat hebat di mata saya.

Sang istri begitu sabarnya menghadapi hidup seperti itu hingga pada saatnya, beberapa bulan lalu Alloh menjemputnya dengan cara yang begitu indah. 

Selama kurang lebih setahun terakhir beliau "dibersihkan" dengan sakit kanker yang  menimpanya. Ketika saya menjenguk beliau, beliau sudah tidak sadarkan diri. Menurut dokter hal itu mungkin disebabkan jaringan kanker yang telah menyebar hingga otak. Beliau koma selama dua pekan. hingga akhirnya pada hari Jum'at yang diberkahi, beliau pulang menghadap penciptanya.

Alloh memuliakan wanita penyabar itu dengan kematiannya yang jatuh di hari Jum'at. Dengan disholatkan oleh ratusan orang jamaah sholat Jum'at di sebuah masjid yang megah. Adakah kita (saya doang deng) bisa mendapatkan kemuliaan semacam itu?

_Makanya Din.. ayo bersemangat, sabar, kerjain satu-satu. Jangan terlalu dipikirin. Santai boleh yang penting ga boleh leha-leha!!_

_Ditulis dalam rangka menyemangati diri menghadapi tumpukan bahan. :D_

_Bersemangat karena Alloh_

_Istirahatnya kalau kedua kaki melangkah di surga_

❤❤❤❤❤❤