Kadangkala kita merasa malas dalam mengerjakan ibadah, terutama pada masa-masa iman sedang turun. Namun tahukah Anda jika amal yang kita lakukan nantinya akan berwujud nyata?
عَنْ أَبِى مَالِكٍ الأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ. وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآنِ – أَوْ تَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا ».
Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanalloh dan alhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar, dan Al-Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Allah) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-Nya).” (HR Muslim I/203 no.233, At-Tirmidzi 45/85, An Nasa'i 23/1, Ibnu Majah 2/5 dan Ahmad V/342 no.22953).
Dengan adanya kata-kata, ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, itu menunjukkan bahwa amal itu sendiri, meskipun ia merupakan 'aradh (sesuatu yang abstrak) yang baru konkrit bila dilakukan oleh pelakunya, tetapi Alloh mengubahnya pada hari kiamat menjadi dzat (materi yang konkrit) yang bisa diletakkan pada timbangan.
(dipetik dari buku Huru Hara Hari Kiamat karya Ibnu Katsir)
Hal ini diperkuat dengan adanya dua hadits shahih
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
يجيء القرآن يوم القيامة كالرجل الشاحب يقول لصاحبه : هل تعرفني ؟ أنا الذي كنتُ أُسهر ليلك وأظمئ هواجرك… ويوضع على رأسه تاج الوقار ، ويُكسى والداه حلَّتين لا تقوم لهما الدنيا وما فيها ، فيقولان : يا رب أنى لنا هذا ؟ فيقال لهما : بتعليم ولدكما القرآن
Al Quran akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, “Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu… ” kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, “Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu belajar Alquran." HR. Thabrani
Pelajarilah surat Al-Baqarah dan surat Ali Imran, sesungguhnya kedua surat tersebut adalah zahrawani (dua surat yang bercahaya) menaungi pemiliknya kelak di hari kiamat, seakan-akan seperti dua gumpalan awan atau dua buah naungan atau dua kelompok besar burung-burung yang terbang berbaris (menaunginya).
HR Muslim dalam shahihnya 6/252, Ad-Darimi 23/15, Ahmad 4/183
Baca ini jadi inget juga (dan ngeh) sama lagunya Opick yang sering diputer jadi backsound peristiwa2 kematian, 'Jika waktu tlah berpaling, teman sejati hanyalah amal'
Semoga hadits ini jadi pengingat kita saat sedang malas beribadah ya.. Karena amal ibadah itulah yang akhirnya menjadi sebenar benarnya teman