Resume Pengajian "Pendidikan dalam Islam"oleh Ust Sarah Zakiah, Lc
Inspirasi dalam mendidik anak dapat didapat dari kisah nabi Zakaria As. Nabi Zakaria inj dikaruniai anak (Nabi Yahya) di saat usianya menginjak usia ke-100 (!!!). Ya, di usia 100, dan usia istrinya 90 tahun, akhirnya Alloh menganugerahkan seorang anak kepada beliau. Hal ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Maryam ayat 2-15
19:2 (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,
19:3 yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
19:4 Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.
19:5 Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,
19:6 yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.
19:7 Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.
19:8 Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.
19:9 Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.
19:10 Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.
19:11 Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
19:12 Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,
19:13 dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,
19:14 dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
19:15 Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.
Di ayat ini jelas dideskripsikan permintaan Nabi Zakaria AS atas seorang anak, yaitu yang mewarisi dakwah para nabi dan keturunan yang diridhoi. Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh akhirnya dikabulkanlah permintaan tersebut. Tak hanya mendapat anak, beliau dikaruniai anak yang setidaknya memiliki 8 keunggulan
- Nama "Yahya" yang sebelumnya belum pernah ada di muka bumi
- Nabi Yahya diangkat menjadi nabi di usinya yang masih anak-anak
- Luar biasa kasih sayangnya
- Suci (menjaga diri dan kehormatannya)
- Taqwa kepada Alloh
- Berbuat baik kepada kedua orangtuanya
- Tidak keras kepala dan berbuat maksiat/durhaka kepada Alloh
- Tidak sombong
Kesalahan-kesalahan dalam Mendidik Anak
- Salah tujuan
- Salah memilih sekolah (pilih sekolah yang baik untuk aqidahnya. Ilmu berbeda dengan pengetahuan)
- Salah motivasi
- Salah memupuk kreativitas (misal: menuntut anak untuk bisa baca tapi tidak berusahan menimbulkan minat baca)
- Kurang konsisten
- Kekhawatiran yang berlebihan
Pokok-pokok Pengasuhan dalam Islam
- Jangan ada toleransi dalam hal ibadah
- Dia harus berkepribadian kuat, pede dan memiliki ketrampilan
- Setiap anak berbeda, anak harus mengembangkan bakat sesuai dengan yang dikehendaki.