Memang sih sifat orang berbeda-beda.. Tapi kok aku benci banget ya sama orang yang suka menyindir? Ga ada manfaatnya menurutku 😂😂
Alhamdulillah aku dibesarkan di tengah keluarga yang tidak suka menyindir. Pun keluarga suami. Alhamdulillah tidak pernah sekalipun ibu mertuaku menyindirku. Sindir-menyindir ini bad habit yah..
Maksudku, apa ya yang diharapkan oleh si penyindir? Perbaikan sikap dari orang yang disindir? Aku sih mengakui kalau hal ini memang betul. Aku kesindir, dan aku terpacu untuk memperbaiki diri. Tapi ya gitu... Hal itu kulakukan semata-mata untuk menyelamatkan kredibilitas di depan orang lain.
Kadang aku heran sendiri, bagaimana dengan mudahnya aku terpancing.. Ada orang nyindir... Aku ngerasa dan langsung merespon. Padahal ya.. Apa gunanya? Kalau beliau tidak menyebut namaku langsung untuk apa aku merespon?
*sigh
Tapi ya udah lah.. Dari sononya phlegmatis tetep aja mau digimanain phlegmatis juga. Mau terlihat se-shallow apapun... Ya that's the way I am.. I don't need to pretend like anybody else's.
I hate to be around this kind of drama, like i haven't other problems. But.. I can't.. At least for these 2 months..
This is a consequences becoming part of society. I want to help but some of them looks need no help. They see my fault without considering my previous success.
Ada cara yang lebih baik daripada menyindir. Selalu ada. Bicara langsung to the point itu jauuh lebih baik daripada sindiran. Jika sungkan, ya sudah adukan kepada pemilik hatinya, agar Dia yang menyadarkan yang bersangkutan, atau setidaknya biar Dia bantu mengikhlaskan hati kita. Bisa juga dengan cara menjaga jarak.
Ya Alloh bantulah hamba untuk memperbaiki diri. Bantulah hamba menghilangkan rasa baper ini ya Alloh. Karena kredibilitas di mata manusia ga penting banget.. Asal aku baik di hadapanMu.....