YAHUDI 101



Jika kita bertanya-tanya apa perbedaan Yahudi dan Israel? Saya dapat menjawab bahwa sesungguhnya Yahudi dan Israel ini sebetulnya sama. Namun dalam perkembangannya, Israel kini lebih merujuk kepada nama negara, sedangkan Yahudi nama kaumnya. Pokok-pokok ajaran Yahudi tertulis dalam kitab Taurat dan sejatinya mengajarkan keesaan kepada Alloh.

Mengenai orang Yahudi ini, ada dalam surat yang kita lafadzkan minimal 17 kali sehari yaitu Al-Fatihah. Di ayat terakhir, “(yaitu) jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai; dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. Menurut tafsir Ibnu Katsir, yang dimaksud dimurkai yaitu bangsa Yahudi.

Mengapa bangsa Yahudi? Bukankah mereka diberi banyak keistimewaan oleh Alloh? Banyak Nabi yang diangkat dari kalangan Yahudi (Nabi Ya’qub, Yusuf, Yahya, Zakaria, Isa, Harun). Di dalam A-Qur’an juga disebutkan Alloh melebihkan bangsa ini atas segala umat pada masa itu (7:141 , 5:20) di mana Alloh menyelamatkan Yahudi dari kejahatan Fir’aun yang suka menyiksa dan membunuhi anak-anak lelaki. Bukankan juga jelas mereka istimewa sampai-sampai tanah di Palestina/Baitul Maqdis diperuntukkan Alloh untuk mereka (QS 2:58,  5:21, 7:137)). Lalu jalan apa yang mereka tempuh sehingga Allah begitu memurkai mereka?

Ada beberapa tabiat-tabiat buruk orang Yahudi yang tertulis secara eksplisit di dalam Al-Qur’an.
  1. Suka membunuhi nabi-nabi mereka (5:71 dan 4:155)
  2. Sangat suka mendengar berita bohong dan menyebarkan kebohongan (mendengar perkataan Nabi Muhammad untuk disampaikan secara tidak jujur kepada kaumnya) (5:41)
  3.  Mengubah kata-kata dalam Kitab Taurat dari makna sebenarnya (ibid)
  4. Berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. (5:62)
  5. Menjalankan riba (4:161)
  6. Fasik (5:25-26)    

Namun jika kita ingin mengurutkan satu per satu sejarahnya, izinkanlah dalam kesempatan ini saya mencoba menceritakannya secara kronologis.

Semua bermula dari sesosok ayah penyayang bernama Nabi Yaqub AS. Nabi Yaqub AS disebut Israel dalam Kitab Taurat. Itulah sebabnya seluruh keturunannya disebut Bani Israel. Disebut dalam Al-Qur’an, Nabi Yakub memiliki 12 anak. Dari kedua belas orang anak ini, lahir seorang Nabi bernama Yusuf. Anak-anak Nabi Yaqub ini dikisahkan bersifat jahat, kecuali Nabi Yusuf dan saudaranya seibu, Bunyamin. Cikal bakal kebencian yang lekat pada bangsa ini berawal dari peristiwa pembuangan Nabi Yusuf AS ke dalam sumur. (Kisah lengkap ada di Surat Yusuf)

Semua kakak Yusuf membenci Yusuf karena merupakan anak kesayangan ayahnya. Kedengkian ini membawa mereka memasukkan Yusuf ke dalam sumur sampai Yusuf terasing ke Mesir.

Singkat cerita, Nabi Yusuf beserta saudara-saudaranya akhirnya menetap dan beranak pinak di negeri Mesir. Setelah Nabi Yusuf meninggal, amanah mendakwahi bangsa Yahudi berpindah kepada Nabi Musa AS. Nabi Musa merupakan keturunan Nabi Ya’qub. Nabi Musa ditugaskan Alloh kepada Bangsa Yahudi untuk mendakwahkan konsep tauhid, penyembahan hanya kepada Alloh. Kitab Taurat diwahyukan kepada Nabi Musa sebagai petunjuk bagi orang Yahudi.

Bangsa Yahudi bisa dibilang tertindas di bawah kekuasaan Fir’aun. Fir’aun sangat mengagungkan rasnya (Qibthi) dibanding Yahudi karena dianggap sebagai pendatang. Walaupun begitu, Alloh menganugerahi bangsa Yahudi dengan banyak mukjizat. Keistimewaan itu diantaranya adalah banyak dari mereka yang diangkat menjadi nabi.  Sebut saja peristiwa wabah belalang, katak, kutu, serta sungai Nil yang airnya berubah menjadi darah (QS 7:133). Semua hal ini menimpa Negeri Mesir dan orang Qibthi. Kemudian bangsa Yahudi meminta Nabi Musa memohon kepada Alloh seraya berjanji jika bencana itu berhenti, mereka akan beriman. Namun nyatanya mereka ingkar. (QS 7:134-135)


وَلَـمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَالُوْا يٰمُوْسَى ادْعُ لَـنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ ۚ  لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَـنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَـنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ 


"Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 134)



فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ اِلٰٓى  اَجَلٍ هُمْ بٰلِغُوْهُ اِذَا هُمْ يَنْكُثُوْنَ


"Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 135)

Semakin merasa terpojok dengan kekuasaan Fir’aun yang represif, Nabi Musa atas perintah Alloh pergi dari Mesir. Di sini kita mengenal kisah Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah yang masyhur. Di hadapan kaumnya, Alloh menunjukkan kebesaranNya berupa mukjizat Nabi Musa bisa membelah Laut Merah. Tak hanya itu, Nabi  Musa dapat menutupnya lagi sehingga Fir’aun ikut tenggelam di dalamnya.

Setelah peristiwa kematian Fir’aun. Nabi Musa, Nabi Harun, saudara sekaligus partner dakwahnya, beserta seluruh kaum Yahudi memulai babak kehidupan baru di tanah Syam (kini meliputi wilayah Palestina, Suriah, Yordania, dan Lebanon). Dalam pelariannya, Bangsa Yahudi semakin memperlihatkan sifat aslinya yang tidak baik. Mereka tak kunjung beriman padahal banyak peristiwa luar biasa terjadi yang menunjukkan kekuasaan Alloh di depan mata. Ada batu yang dipukul dengan tongkat Nabi Musa hingga memancarkan 12 mata air untuk mereka minum. (QS 2:60) Mereka pun bersikap tak tahu malu, saat diberi makanan lezat dari surga berupa Manna dan Salwa, mereka malah meminta jenis makanan yang lain. 2:61.


وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى  لَنْ نَّصْبِرَ عَلٰى طَعَامٍ وَّاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا  تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ مِنْۢ بَقْلِهَا وَقِثَّـآئِهَا وَفُوْمِهَا وَعَدَسِهَا وَ بَصَلِهَا  ۗ  قَالَ اَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ اَدْنٰى بِالَّذِيْ هُوَ  خَيْرٌ  ۗ  اِهْبِطُوْا مِصْرًا فَاِنَّ لَـکُمْ مَّا سَاَلْتُمْ  ۗ  وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ  الذِّلَّةُ وَالْمَسْکَنَةُ وَبَآءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ  ۗ  ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ  كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ  بِغَيْرِ الْحَـقِّ  ۗ  ذٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ


"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah. Dia (Musa) menjawab, Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta. Kemudian, mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 61)



Alloh memerintahkan kaum Yahudi ini untuk memasuki wilayah Baitul Maqdis/ Masjidil Aqsa. Hal ini termaktub dalam Surat Al-Baqoroh ayat 58. Tapi dengan kurang ajarnya mereka bilang, Kau saja yang berperang dengan TuhanMu, kami duduk-duduk saja di sini. Itulah sebabnya janji Alloh dalam surat ini terhapuskan secara otomatis karena mereka tidak taat. (5:26)



قَالَ فَاِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً   ۚ  يَتِيْهُوْنَ فِى الْاَرْضِ  ۗ  فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ

"(Allah) berfirman, (Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka, janganlah engkau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 26)


Bagaimanapun baiknya Alloh mengistimewakan mereka, mereka malah tak henti menyekutukan Alloh. Dengan sangat kurang ajar mereka meminta Musa membuat Tuhan yang lain  sesampainya mereka di tanah Syams (7:138).

وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْۤ اِسْرَاۤءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَ تَوْا عَلٰى قَوْمٍ يَّعْكُفُوْنَ عَلٰٓى اَصْنَامٍ لَّهُمْ  ۚ  قَالُوْا يٰمُوْسَى اجْعَلْ لَّـنَاۤ اِلٰهًا كَمَا لَهُمْ اٰلِهَةٌ   ۗ  قَالَ اِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ


"Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala). (Musa) menjawab, Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 138)


Puncaknya, saat Nabi Musa sedang pergi untuk menerima Kitab Taurat di Gunung Thur, mereka malah membuat patung anak sapi dan menyembahnya. (7: 148).
وَاتَّخَذَ قَوْمُ مُوْسٰى مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهٗ خُوَارٌ   ۗ  اَلَمْ يَرَوْا اَنَّهٗ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيْهِمْ سَبِيْلًا   ۘ  اِتَّخَذُوْهُ وَكَانُوْا ظٰلِمِيْنَ


"Dan kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai) mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim."

Mengutip situs web ini, daftar lengkap lainnya mengenai dosa-dosa bangsa Yahudi dirangkum dalam buku Qabaih al-Yahud ( sebagian telah saya paparkan sebelumnya)
  • Menuduh Nabi Musa punya penyakit kusta karena tidak mau mandi bersama mereka. (QS. 33:69)
  • Enggan melaksanakan Taurat, sehingga Allah mengangkat gunung Tursina untuk mengambil perjanjian yang teguh. (QS.2:93)
  • Tidak mau beriman kecuali jika melihat Allah langsung. (QS. 2:55 dan 4:153)
  • Menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina. (QS. 2:67)
  • Menulis Alkitab dengan tangan mereka, lalu mengatakan ini dari Allah. (QS. 2:79)
  • Memutar-mutar lidahnya untuk menyakinkan bahwa yang dibacanya itu adalah wahyu yang asli. (QS. 3:78)
  • Mengubah Firman Allah. (QS.2:75)
  • Menyembah patung sapi saat ditinggal Nabi Musa mengambil Taurat. (QS.2: 51 dan 92)
  • Mengatakan Tangan Allah terbelenggu. (QS.5:64)
  • Menuduh Allah itu fakir. (QS. 3:181)
  • Menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk mereka (QS.5:24)

Itulah sedikit gambaran yang dapat saya paparkan mengenai kejahatan Bangsa Yahudi. Jika ada yang bilang, "Kan nggak semua Yahudi begitu, ada yang baik. Jangan karena kelakuan oknumnya, maka bangsanya yang disalahkan." But hey, di Al-Qur'an ditulisnya general loh, bukan orang per orang. Okelah ada orang Yahudi yang baik, tapi ya ingat, rasionya sama seperti anak-anak Nabi Ya'qub. Yang jahat vs yang baik 10 banding 2. 

Tapi bagaimanapun, selalu harus ada pihak yang jadi peran antagonis. Dan inilah peranan Yahudi  di dunia ini. Saya cuma bisa berharap umat Islam bisa bersatu melawan musuh bersama ini dan semoga Alloh Azza wa Jalla senantiasa mengokohkan langkah-langkah kita untuk memerangi bangsa nista ini. 


PS: Seluruh kutipan ayat Al-Qur'an dalam tulisan ini diambil dari aplikasi ini.