1. Ujian adalah fitrah manusia di dunia
A. Al Baqoroh: 155. "Dan sungguh
Allah SWT berfirman:
Allah SWT berfirman:
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)
B. Allah SWT berfirman:
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 2)
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 2)
* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
C. Muhammad: 31
"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (Muhammad 47:31)
"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (Muhammad 47:31)
D. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid [57]: 22).
2. Alloh ingin kita masuk surga.
Surga tidak didapat dengan harga murah. Dengan ujian, maka kita akan diberi pahala sabar dan dihapus dosa2 kita.
Surga tidak didapat dengan harga murah. Dengan ujian, maka kita akan diberi pahala sabar dan dihapus dosa2 kita.
3. Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani).
Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/3131-ujian-dan-musibah-tanda-allah-cinta.html
4. Ujian adalah tanda cinta Alloh karena saat ditimpa ujian, tidak ada waktu untuk bermaksiat.
5. Tanda Alloh Mencintai Seorang Hamba
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).
Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/3131-ujian-dan-musibah-tanda-allah-cinta.html
6. Ujian membuat kita merasakan nikmatnya berdekatan dgn Alloh
7. Cara Mempertahankan Kewaspadaan Umat Muslim
Ibnul Qoyyim -rohimahulloh-:
"Allah akan memberi pelajaran (hukuman) kepada hamba-Nya yg beriman yg dicintainya, yg mulia di sisi-Nya, dengan kesalahan atau kelalaian kecil, agar dia selalu terjaga dan waspada.
Adapun orang yg sudah jatuh di mata-Nya dan hina, maka Allah akan biarkan dia bergumul dg kemaksiatan-kemaksiatannya. Setiapkali melakukan dosa, Dia tambah kenikmatan untuknya.
Orang yg terkecoh akan mengira bahwa itu adalah kemuliaan yg diberikan Allah kepadanya, dia tidak tahu bahwa sebenarnya itu adalah kehinaan yg nyata baginya, dan bahwa dengan itu Allah menginginkan azab yg keras baginya, hukuman yg tiada akhirnya".
[Zadul Ma'ad 3/506].
disadur dari Ustadz Dr. Musyaffa' Ad Dariny, MA
❤Yang Dilakukan saat Tertimpa Musibah/Ujian❤
1. Mengucapkan kalimat istirja
2. Mengucapkan lafadz tauhid.. Diantara contohnya doa Nabi Yunus di dalam perut ikan.
3. Reminder 1 :Orang yang dengan taufik Allah, tegar di tengah-tengah gelombang musibah yang silih berganti,sembari mengatakan :
إِنِّي لَأُصَابُ بِالْمُصِيبَةِ فَأَحْمَدُ اللهَ عَلَيْهَا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ
Sesungguhnya saya memuji Allah atas musibah yang menimpaku dengan empat pujian,
أَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ تَكُنْ أَعْظَمَ مِمَّا هِيَ
(Pertama) saya memuji-Nya, karena musibah yang menimpaku tidak lebih besar dari kenyataannya sekarang yang sedang saya rasakan,
وَأَحْمَدُهُ إِذْ رَزَقَنِيَ الصَّبْرَ عَلَيْهَا
(Kedua) dan sayapun memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kesabaran kepadaku dalam menghadapinya,
وَأَحْمَدُهُ إِذْ وَفَّقَنِي لِلِاسْتِرْجَاعِ لِمَا أَرْجُو فِيهِ مِنَ الثَّوَابِ
(Ketiga) demikian pula saya memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kepadaku taufik untuk bisa mengatakan : ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’, dengan maksud mengharap pahala (dan juga ganti yg lebih baik)
وَأَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ يَجْعَلْهَا فِي دِينِي
(Keempat) dan saya memuji-Nya, karena tidak menjadikan musibah itu mengenai agamaku!
(Ucapan Syuraih Al-Qodhi dalam Syu’abul Iman lil Baihaqi 9507).
Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/23996-untuk-saudaraku-yang-sedang-tertimpa-musibah.html
