Abu Hurairah menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (dunia).” Kemudian para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah pemutus kelezatan (dunia) itu?” Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kematian.” (HR. Al Baihaqi dalam Syua’abul Iman).Hari ini 27 Mei 2020 atau 4 Syawwal 1441 H, Allah mengambil bidadari syurga terbaikNya, Ibu Sudarni. Nama ini terlalu berkesan bagi saya walaupun tak ada ikatan darah di antara kami. Pertama mengenalnya yaitu tahun 2017. Saat itu beliau diajak oleh Uti Jeti untuk bergabung dalam grup pengajian kami.
Tak lama kemudian guru mengaji meminta saya untuk menemani beliau belajar tajwid. Katanya, "Bu Darni sudah meminta berkali-kali pada saya untuk dicarikan guru ngaji". Saya berkonsultasi pada suami. Katanya terserah saya. Baik akhirnya saya sampaikan kesanggupan saya untuk mengajarnya. Awalnya saya minta sepekan sekali saja. Namun setelah kedatangan yang pertama kali, entah mengapa akhirnya jadilah kami belajar Al Qur'an dua kali dalam sepekan.
Rutinitas ini benar-benar meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya. Di momen inilah saya dapat menggali secara mendalam tentang kepribadiannya. Dia sering bercerita tentang masa mudanya. Cerita yang sering diulangnya yaitu, dia sempat beberapa kali belajar tajwid namun tidak kunjung bisa karena fokusnya terpecah. Dulu beliau berbisnis catering untuk dapat menghidupi keenam anaknya.
Dia akhir usianya dia tak menyerah dalam mempelajari ilmu tajwid agar dapat melantunkan ayat-ayat cintaNya yang mulia. Dia juga tidak pernah segan memberikan makanan maupun resep-resep masakan buatannya yang terkenal lezat. Dari beliaulah lahir resep Bumbu Rendang Bumbuiin. Pada suatu hari dia pernah berkata, "Mbak Dinda, Ibu ini ilmunya kurang, jadi ibu harap dengan kasih orang makanan bisa mjd amal Ibu"
Banyak hal.. Terlalu banyak kenangan saya bersama sosok ini. Saya sangat bersyukur menjadi salah satu bagian dari episode kehidupan bu Darni. Ada beberapa kesan dan pesan yang saya pelajari dari beliau diantaranya
1. Kasih makan kucing jgn terlalu asin nanti bulunya rontok (beliau adalah penyayang kucing.. Bahkan beliau tak segan mengelus seekor kucing yang kudisan)
2. Kalau bikin sop iga, rempah2 ditumis dulu, baru kemudian bawang2an.
3. Syukuri suami.. Nyesel kalau pernah marah2.. Hampir setiap menceritakan ttg suami ,matanya berkaca2 malah sering menangis.
4. Di masa tua tetap aktif dan produktif. Anaknya juga support. "Ibu, silahkan ibu melangkah kemanapun Ibu ingin dgn kedua kaki ibu"
5. Cara memperlakukan pembantu
6. Mandiri. Ke rumah sakit sendiri, ke rumah teman sendiri. Naik KRL.. Kalau benar2 sakit baru naik Grab.
Ya Allah.. Ampunilah ia, maafkanlah ia, tempatkanlah ia di tempat yang mulia, luaskan kuburannya, mandikanlah ia dgn air salju dan es, karuniakan ia surga firdaus bersama para nabi, rasul dan para shahabiyah..
![]() |
| my typical afternoon with her |
Dia akhir usianya dia tak menyerah dalam mempelajari ilmu tajwid agar dapat melantunkan ayat-ayat cintaNya yang mulia. Dia juga tidak pernah segan memberikan makanan maupun resep-resep masakan buatannya yang terkenal lezat. Dari beliaulah lahir resep Bumbu Rendang Bumbuiin. Pada suatu hari dia pernah berkata, "Mbak Dinda, Ibu ini ilmunya kurang, jadi ibu harap dengan kasih orang makanan bisa mjd amal Ibu"
Banyak hal.. Terlalu banyak kenangan saya bersama sosok ini. Saya sangat bersyukur menjadi salah satu bagian dari episode kehidupan bu Darni. Ada beberapa kesan dan pesan yang saya pelajari dari beliau diantaranya
1. Kasih makan kucing jgn terlalu asin nanti bulunya rontok (beliau adalah penyayang kucing.. Bahkan beliau tak segan mengelus seekor kucing yang kudisan)
2. Kalau bikin sop iga, rempah2 ditumis dulu, baru kemudian bawang2an.
3. Syukuri suami.. Nyesel kalau pernah marah2.. Hampir setiap menceritakan ttg suami ,matanya berkaca2 malah sering menangis.
4. Di masa tua tetap aktif dan produktif. Anaknya juga support. "Ibu, silahkan ibu melangkah kemanapun Ibu ingin dgn kedua kaki ibu"
5. Cara memperlakukan pembantu
6. Mandiri. Ke rumah sakit sendiri, ke rumah teman sendiri. Naik KRL.. Kalau benar2 sakit baru naik Grab.
7. Jangan lelah menjadi pendengar yang baik bagi orangtua, karena waktu kita bersama mereka bisa saja tinggal sebentar, dan kita rela mendengar cerita yang sama untuk bersama mereka lebih lama. Tapi.. Ternyata walaupun kita telah mempersiapkan diri.. Dan terus mengingat bahwa beliau sudah tua dan mendekati ajal.. Tetep aja sedih banget pas hari meninggalnya T. T
Ya Allah.. Ampunilah ia, maafkanlah ia, tempatkanlah ia di tempat yang mulia, luaskan kuburannya, mandikanlah ia dgn air salju dan es, karuniakan ia surga firdaus bersama para nabi, rasul dan para shahabiyah..
