Tulisan ini diawali dengan postingan IG gubernur @ridwankamil
Postingan tersebut adalah anjuran beliau mengenai pentingnya para warga menengah atas untuk membelanjakan uangnya demi keberlangsungan ekonomi yang sedang krisis.
Mirip dengan yang pernah saya dengar juga di channel Youtube tokoh nasional Helmi Yahya saat sedang mewawancarai Tantowi Yahya, yang tak lain kakaknya sendiri. Tantowi Yahya yang kini menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Selandia Baru, memaparkan keadaan terkini negara Selandia Baru yang tengah bangkit setelah dilanda virus
Dia bilang kalau pemerintah sana nyuruh warganya untuk spending dan spending. Bukan saatnya kini untuk saving. Orang juga disuruh traveling di dalam negeri. Semua itu sama tujuannya, agar perekonomian dapat terus berputar.
Ya, resesi ekonomi sebagai dampak pandemi yang sudah hampir masuk delapan bulan ini berasa banget sih bagi saya. Tak hanya dari segi orderan salad berkurang namun juga cerita dari teman yang PHK, begitupula anaknya. Sehingga satu keluarga nyaris tak ada lagi pemasukan. Hal ini membuat saya sempat bingung dengan keberlangsungan bisnis saya. Harus setop atau lanjut?
Alasan untuk menyetop ada dua. Pertama karena saya takut jika produk saya malah "menghalangi" orang untuk membeli produk di orang yang benar-benar memerlukan penghasilan. Karena Alhamdulillah saya ga seperlu itu berdagang karena suami tetap dapat gaji normal setiap bulan. Ditambah lagi, dengan pesanan yang mulai menurun membuat bahan baku menjadi menumpuk padahal sebagian besarnya adalah buah/sayur segar.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi.. ternyata usaha saya jika dijalankan juga akan berdampak kepada beberapa bisnis kecil lain seperti pedagang buah, sayur, percetakan, toko plastik, toko kelontong. Jadi mungkin solusinya sekarang adalah mengubah pola pemasaran kali yah..
Ga setiap hari kayak dulu tapi sistemnya ngumpulin orderan di satu hari (pre order)
Ya, kayaknya itu yang terbaik yah.. Karena sayang juga karena bisnis udah jalan . Alhamdulillah juga masih ada orang-orang yang nanyain salad. Mungkin benar itu solusinya. Ah ya dan satu lagi.. kayaknya saya harus sadar untuk tidak banyak mau a.k.a BM :D sadarlah banyak orang di luar yang susah Din.. Jangan beli yang tak pentingg
Dan sadar Din situ bukan termasuk kelas atas wkwkwk