Adik Terbaik

Namanya diawali dengan nama nabi. 
dan diakhiri dengan seorang alim ulama imam mazhab. 

Padanya kuceritakan tentang peristiwa -peristiwa yang kualami dalam hidup. 
Kebimbangan, kegelisahan, laku komedi, juga berbagai kegetiran. 

Kami tumbuh bersama namun kami kerap bertengkar. Saya ingat sayalah yang sepertinya sering menjahilinya. Namun dengan pengecutnya saya langsung masuk dan mengunci kamar. Karena saya yakin saya tak akan mampu melawannya.  Walau usianya lebih muda,  tenaganya jauh lebih kuat karena dia seorang lelaki.Di puncak perkelahian, pernah ibu kami memberikan masing-masing satu gagang sapu untuk kami, satirnya menyuruh agar sapu itu digunakan sebagai senjata. Jika sudah begitu baru kami ingat untuk berhenti. 

Namun saya sangat beruntung memiliki dokumentasi berupa foto ini. Di situ kami berpelukan, padahal interaksi kami sehari-hari jauh dari gambaran kehangatan semacam itu. 

Begitulah hubungan kami di masa lalu. Termasuk kelam, saya akui. Karena bertahun-tahun setelahnya tak juga membaik hubungan kami. Hanya beranjak dari berkelahi terbuka ke perang dingin. 

Hingga akhirnya perlahan namun pasti, Allah mengaruniakan cintaNya kepada kami sehingga hubungan kami membaik. 

Oh adikku, 
Di dirimu mengalir darah yang sama dengan yang dalam tubuhku. 
Bahkan golongan darah kita sama Dik. Yang mana di keluarga kita hanya kita berdua yang memiliki golongan darah AB. 

Adikku, mungkin masa lalu kita buruk, tapi aku takkan menyesalinya. Karena kedekatan kita sekarang adalah buah dari akumulasi kepahitan di masa lampau.

Adikku, maaf jika kamu rasa aku terlalu turut campur masalahmu. Jujur aku tak mengharap apapun darimu. Aku tak mengharap kamu jadi ini itu. Aku tak mau orang lain yang jadi adikku.  Aku hanya mau kamu bahagia. Tapii..  Kebahagiaan yang nyata, Dik. Kebahagiaan yang awet. Yang di dalamnya termasuk jaminan bahwa kita akan terus bersama hingga ke jannahNya. 

Adikku, yakinlah bahwa hari esok lebih baik dari masa lalu seperti janjiNya dalam Surat Ad Dhuha ayat 4
Adikku, aku tak bisa berjanji untuk selalu ada, tapi aku mengusahakan dengan keras untuk menyebut namaMu di setiap akhir sholatku...

Aku mencintaimu adikku ❤