Cerita tentang Kekasihku

Alhamdulillah blogging lagi setelah absen sekian lama. Lagi-lagi hikmah pandemi. 

Kali ini mau bahas tentang Maulid Nabiﷺ  

Kemarin Rabu itu jadwalnya kajian Siroh Nabawiyah. Masya Allah deh kalau diceritain tentang awal mula saya bisa ikut kajian ini, bahkan sampai diulang ke dua kalinya..waah.. benar-benar Allah yang atur..bukan karena saya 'sealim itu' atau 'seambisius itu mengejar ilmu' hahaha

Dulu yang pertama karena dipaksa sama temen ngaji selingkaran untuk dateng. Eh keterusan sampe akhirnya vakum pascalebaran. Kayaknya 2017 deh. Nah pas vakum itu nanggung banget karena sebenernya udah hampir selesai (a.k.a di episode wafatnya Nabiﷺ ) WA lah saya ke penyelenggaranya. Ternyata doi juga kepikiran hal yang sama, akhirnya doi cobalah kontak ustadzahnya lagi. Alhamdulillah mau ustadzahnya.

Nah tapi ternyata pas saya liat undangannya, betapa terkejutnya saya mendapati kajian sirohnya DIULANGG. Bukan cuma menyelesaikan yang dulu terpotong. Bingung deh sayaaa... 

Saking bingungnya..saya ga bisa mutusin bisa ikut atau engga.. Karena jadwal saya lagi padat saat itu (atau terasa padat aja sebenernya?  Seperti masalah klasik saya dalam perihal manajemen waktu?  Wkwk) Dan memang di hari pertama itu Qadarullah saya ga bisa dateng, lupa karena apa.

Dan bener aja.. Kajiannya mulai dari AWAL dan juga ternyata pake tes segala huhuhuu.. Waktu itu asli galaww. Karena saat itu lagi ada beberapa amanah juga. Eh ini ditambah satu agenda yang cukup berat, kajian yang ga cuma duduk manis, denger, catet. Eh harus belajar juga. Ekspektasiku di awal kan kajian sekali dua kali doang nyelesein yang kemarin kepotong, eh taunya endingnya........

Begitulah,,, sampai akhirnya di hari ini saya merasa S.A.N.G.A.T beruntung untuk bisa ikut lagi di kajian itu. Kemudian setelah beberapa lama berjalan akhirnya kami sampai juga di bab yang paling mengiris hati..wafatnya Rasulullahﷺ  tercinta... 

Nah di akhir kajian tentang pembahasan wafatnya Rasulﷺ , ustadzahnya ngingetin kalau besok tuh Maulid Nabi (29 Okt 2020) . Ya Allah pas banged. 


Antara senang dan sedih tapi banyakan sedihnya. Karena beberapa hari sebelum Maulid, eh Nabi ﷺ malah jadi bahan hinaan di Prancis

Sangat bertolak belakang dengan momen maulid Nabi yang seharusnya penuh kegembiraan, kan? 

Seharusnya mereka menyadari betapa besar jasa Rasulullah dan betapa besarnya cinta beliau pada kita. Cinta kepada Rasul aja harus lebih besar daripada cinta kita pada diri kita sendiri... 

Orang Madinah bilang kalau saat kedatangan Nabi ke kotanya adalah hari terbaik dan hari terbahagia mereka selama hidupnya. Begitupun kita.. Cuma memang masalahnya adalah, mereka (dan bisa juga saya sendiri)  belum kenal benar dengan beliau ﷺ. 

Padahal.. Kelak di alam barzah nanti, pertanyaan tentang Nabi adalah hal yang ditanyakan oleh malaikat.

Berikut ini petikan haditsnya.. 

Di dalam kubur akan ditanyakan siapa Rabbmu, apa agamamu, dan siapa nabimu.” (HR. Tirmidzi, no. 3120. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Hadits ini dikeluarkan pula oleh Bukhari, no. 1369 dan Muslim, no. 2871)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَرُ النَّكِيرُ ، فَيَقُولَانِ : مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ ؟ فَيَقُولُ مَا كَانَ يَقُولُ : هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . فَيَقُولانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ هَذَا ، ثُمَّ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا فِي سَبْعِينَ ، ثُمَّ يُنَوَّرُ لَهُ فِيهِ ، ثُمَّ يُقَالُ لَهُ : نَمْ ، فَيَقُولُ : أَرْجِعُ إِلَى أَهْلِي فَأُخْبِرُهُمْ ، فَيَقُولَانِ : نَمْ كَنَوْمَةِ الْعَرُوسِ الَّذِي لا يُوقِظُهُ إِلا أَحَبُّ أَهْلِهِ إِلَيْهِ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ.

وَإِنْ كَانَ مُنَافِقًا قَالَ : سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ فَقُلْتُ مِثْلَهُ لا أَدْرِي . فَيَقُولَانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ ذَلِكَ ، فَيُقَالُ لِلأَرْضِ : الْتَئِمِي عَلَيْهِ ، فَتَلْتَئِمُ عَلَيْهِ ، فَتَخْتَلِفُ فِيهَا أَضْلاعُهُ ، فَلا يَزَالُ فِيهَا مُعَذَّبًا حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ

“Apabila mayit atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat hitam dan biru, salah satunya Munkar dan yang lain Nakir, keduanya berkata, “Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)?” Maka ia menjawab sebagaimana ketika di dunia, “Abdullah dan Rasul-Nya, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Keduanya berkata, “Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu.” Kemudian kuburannya diperluas 70 x 70 hasta, dan diberi penerangan, dan dikatakan, “Tidurlah.” Dia menjawab, “Aku mau pulang ke rumah untuk memberitahu keluargaku.” Keduanya berkata, “Tidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebut.”

Apabila yang meninggal adalah orang munafik, ia menjawab, “Aku mendengar orang mengatakan aku pun mengikutinya dan saya tidak tahu.” Keduanya berkata, “Kami berdua sudah mengetahui bahwa kamu dahulu mengatakan itu.” Dikatakan kepada bumi, “Himpitlah dia, maka dihimpitlah jenazah tersebut sampai tulang rusuknya berserakan, dan ia akan selalu merasakan azab sampai Allah bangkitkan dari tempat tidurnya tersebut.” (HR. Tirmidzi, no. 1071. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

.

.

.

Astaghfirulloh 😢

Sampai di sini saya merasa sangat beruntung lahir dari orangtua Islam, tumbuh mengenal Islam, dan mendapatkan kesempatan untuk ikut kajian Siroh ini.

Mempelajari Islam tidak dapat terlepas dari kisah hidup Nabi Muhammad SAW karena melalui beliaulah agama ini berkembang. Dan dari kajian inilah saya bisa mempelajari tentang Islam secara menyenangkan karena berupa cerita. 

Ya Allah..  

Mudahkan kami untuk selalu berada di jalan lurusMu, mudahkan kami untuk mengikuti sunnah NabiMu, karena itu adalah satu-satunya jalan untuk menujuMu. 


(Selesai di 12 Nov 2020&


Sumber 

https://rumaysho.com/21707-syarhus-sunnah-kubur-jadi-sempit-dan-pertanyaan-di-alam-kubur.html