Bismillahirrohmaanirrohiim
Happy Hypoxia.
Tak seindah namanya, ia merupakan sebuah keadaan di mana kadar oksigen dalam tubuh menurun namun tidak ada keluhan dari pasien. Sebuah keadaan yang merupakan gejala Covid-19. Sebuah penyakit yang mewabah di Indonesia sejak bulan Maret 2020.
Nah menurut analisa sotoy saya nih, keadaan ini sepertinya mirippp banget sama keadaan hati seseorang. Maksudnya gimana? Ternyata Happy Hypoxia tidak hanya terjadi pada pasien dengan penyakit fisik, namun juga terjadi pada penyakit hati. Coba ya kita kupas satu-satu berdasarkan infografik di bawah ini,
Happy Hypoxia pada Pasien dengan Penyakit Hati
Ya, jika oksigen diibaratkan sebagai iman, maka tak jarang kita merasa baik-baik saja walaupun kondisi iman kita sedang menurun. Seperti namanya, kayaknya kita merasa happy aja gitu, kayak ga kenapa-kenapa. Padahal di lubuk hati terdalam, ada kegelisahan dan kegersangan.
Gejala Happy Hypoxia
Dalam keadaan Hypoxia, seseorang akan merasa sesak napas, keringat dingin, gelisah, nyeri kepala dan lemas. Namun jika seseorang mengalami Happy Hypoxia, tidak ada satupun gejala yang dirasakan meski ada penyakit di dalamnya. Makanya serem banget kalau Happy Hypoxia ini terus berlanjut tanpa penanganan karena dapat mengakibatkan kematian mendadak.
Makanya kita harus bersyukur ketika sebuah gejala penyakit datang. Pernah nggak kita mikir? Kenapa sih saya makan pedas dikit aja mules? Padahal rasa mules itulah yang menjadi sinyal waspada. Karena jika dibiarkan, rasa panas efek makan pedas bisa-bisa menimbulkan penyakit yang lebih parah, ambeien misalnya. Atau bagi para pencinta gorengan. Beruntunglah jika kita termasuk orang yang ketika makan gorengan lalu langsung terasa tenggorokan nggak enak. Hal itu bisa jadi merupakan perlindungan Allah terhadap penyakit lain yang lebih parah yang terjadi jika mengkonsumsi terlalu banyak gorengan, seperti sakit jantung atau kolesterol misalnya.
Begitu pula dengan penyakit hati. Kita harus rajin "memeriksa" penyakit di dalam lubuk hati. Karena apa? Bukankah kebahagiaan itu datangnya dari dalam hati? Lalu gimana bisa bahagia kalau hatinya berpenyakit? Coba serap makna setiap sinyal yang hadir. Contohnya,
- Kenapa kita ga suka kalau denger suara adzan?
Kenapa bisa nggak suka? Karena mengganggu aktivitas yang sedang aayik kita kerjakan? Atau karena adzan merupakan pertanda kita harus segera bergegas? Padahal kata Rasul, kumandangkan adzan agar aku dapat beristirahat. Ya.. Istirahatnya Rasul adalah dengan solat. Jika kita membenci adzan makan kita harus segera waspada karena berarti ada penyakit di hati kita.
- Kenapa kalau lihat kebahagiaan orang lain, kita ga suka?
Berarti harus hati-hati ada kedengkian dan hasad
- Kenapa setelah bikin status di medsos, kita deg2an menunggu respon orang lain dalam bentuk loves, likes atau komen?
Berarti kita telah terjangkit sedikit gejala riya'
- Dll Dsb Dst
Sebelum hati kita mengalami "kematian mendadak" alangkah baiknya jika sekali-kali kita tengok hati dengan pengukur keimanan. Ada apa dengan Saya?
Penanganan dan Tatalaksana Penyakit Hati
Jika disamakan dengan pada terma Covid 19, gejala Hypoxia akan semakin terlihat saat pasien telah mengalami pneumonia berat. Persis banget sama orang berpenyakit hati, baru terasa 'babak belur'nya hati setelah ditimpa dengan musibah besar dan kita menjadi sangat terpengaruh dengan masalah tersebut.
Padahal jika direnungkan, musibah itu dikatakan besar tidaknya kan dari respon kita terhadap hal tersebut kan. Mau beratnya kayak apa juga, kalau keadaan iman seseorang lagi bagus juga bakal dibawa ringan aja karena ada keyakinan bahwa itu hanyalah ujian dunia yang sifatnya sementara.
Dan satu lagi yang perlu diingat lagi masalah dan musibah itu kan sebenarnya sudah kodratnya orang hidup ya. Yang kadang jadi mengganggu adalah respon kita terhadap masalah itu.
Jadi.. Mulai sekarang kita harus embrace the problems to the fullest. Ya, bawa itu ke setiap doa. Syukurilah setiap musibah karena musibah itu 1. Tanda Allah cinta 2. Tanda Allah masih kasih kesempatan kita hapus dosa/kasih pahala. 3. Bersyukurlah jika masalah itu "hanya" menyangkut dunia 4. Dapat menjadi alasan kita untuk mencapai posisi "hamba" 5. Menjadikan kita mawas diri dan lebih banyak berdoa.
Dugaan Penyebab Happy Hypoxia
Berbeda halnya jika terdapat gejala yang eksplisit, kita pasti lebih aware sehingga pengobatan dapat diberikan sejak dini. Namun ternyata gejala itu hanya dapat dirasakan oleh tubuh yang sehat. Penyebab Happy Hypoxia dalam skala medis ditengarai oleh terganggunya reseptor dalam mekanisme saraf, kelainan pada batang otak, serta kelainan paru-paru.
Nah sama juga nih.. Hati kita harusnya kan peka terhadap sinyal-sinyal halus yang datang dari Allah. Namun ternyata reseptor "dosa" yang seharusnya ada, mengalami gangguan sehingga kita tidak lagi dapat menangkap peringatan itu.
Pada hadits di atas disebutkan bahwa setiap kita berbuat dosa, ada titik hitam yang menutupi hati. Titik itu jika dibiarkan maka dapat menutup hati seseorang 😭
Maka dari itu, jika kita ingin hati terus berfungsi baik sebagaimana mestinya, kita harus terus memeliharanya dari "noda". Benar kalau manusia tempat salah dan lupa. Namun kita harus sadar bahwa siapa tahu saat bermaksiat itu adalah saat terakhir kita menghirup nafas. Saat kita salah, kita harus segera sadar dan dari keterpurukan dengan cara bertaubat.
Dan ingat lagi satu hal.. Every good deeds count. Satu perbuatan baik mengantarkan perbuatan baik lainnya. Doa satu mengantarkan kepada doa lainnya. Maksudnya gimana? Ya kalau kita mau bisa bangun pas sepertiga malam untuk mengadukan kegelisahan kita, kita butuh otak kita terus "sadar". Kita harus selalu dalam keadaan berada pada ketaatan.
Kondisi kesadaran itu tidak bisa kita harapkan untuk hadir pada saat bangkit dari tidur aja. Kita harus bangun ingatan itu sejak pagi.. Kita harus meminta pada Allah setiap waktu..
......
Sekarang gimana? Udah bingung atau bingung banget? Heheh.. Nah daripada denger saya ngelantur ga jelas mending biar lebih afdhol baiknya kita langsung ambil ilmu tentang hati ini dari yang lebih kompeten ya.. Pembahasan tentang penyakit hati dapat diakses di situs Rumaysho di sini dan ini. Juga bisa dipelajari di kelas online Ust. Firanda.
Luvvvvv ❤❤❤❤

