#TanDinNgoceh Episode 1: Konsep Rezeki

Bismillahirrahmaanirrahiim 
Holaa everyone.. 
Pakabar nich?  
Sok asik mode:on Wkwk

Jadi setelah melihat draft blog yang masih numpuk banyak.. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat seri tulisan-tulisan pendek. Jadi draft itu sebenarnya diniatkan untuk dibuat panjang...tapii dalam perjalanannya ternyata ga sempet diselesaikan tuh tulisan.. Ya udh deh daripada sayang cuma ngendon di draft, mending dipublish.

Tapi tapi tapii... 
Namanya shortcut itu kan pasti ada kekurangan lah yaa. Jadi ya siap-siap aja kalau misalnya ntar tulisannya agak ngegantung atau kurang sistematis ya wkwk

Oke untuk yang pertama kita bahas rezeki yah.. 

REZEKI
sebuah kata yang tak asing diucapkan di doa doa kita. Hayo ngaku?  😀

Bagus dong kalau gitu karena memang cuma Allah yang bisa kita harapkan memberi kita rezeki. 

Kalau sudah menyangkut rezeki, kalau udah mulai menipis uwit di kantong.. Tak pelak kegalauan hadir. Sebenernya kan kondisi ini bisa dibilang sering ya dilalui. Tapi kenapa setiap kali dirasakan pasti bikin galau? 

Orang bilang money can't buy happiness. Tapi lebih banyak lagi orang yang bilang everthing needs money. Jadi kalau nggak ada uang rasanya hidup kita terbatas. 

Tapi gimana ya.. Kayaknya setiap orang mengalami hal ini sih.. Bahkan yang born rich sekalipun. Sebut aja Tasya Farasya.   (ketauan suka nonton beauty vlog wkwk) Di sebuah postingan youtubenya dia menceritakan bahwa dia pernah mengalami kehabisan uang.. Padahal kan dese tajir melintirr...

Tapi ya gitulah, kan emang udah dituliskan di Al Qur'an kalau manusia itu akan diuji. Dan salah satunya di bab harta. Sekarang saya jadi lebih mengerti mengapa ujian finansial atau ujian lain dalam hidup merupakan bukti cintaNya. Ya memang karena masalah inilah yang menjadi perantaraan kita untuk lebih dekat padaNya. Kita semakin mengakui kelemahan yang kita miliki. Mau berapapun yang kita punya, mau sebaik apapun persiapan kita untuk menghadapi masalah, semua itu dapat bubar seketika saat tiba-tiba ada pengeluaran mendadak. 

Maka baru-baru ini saya sempat mendengar sebuah kajian yang sangat menarik. Kajian ini membahas tentang bagaimana konsep rezeki sebenarnya. 

Resume Talkshow
Konsep Rezeki: Pray Hard or Work Hard?

Ini saya post catetannya aja ya biar tau versi lengkapnya (ah bilang aja males nyalin wkwk) 

Jadi kalau boleh menyimpulkan, kalau lagi bokek, yang pertama dilakukan adalah count your blessings. Bersyukur. 

Karena bersyukur adalah kunci pertolongan. Ingatlah bahwa rezeki bukan semata materi. Ingatlah bahwa musibah dalam hal agama itu lebih berat. Ingatlah untuk mensyukuri fasilitas -fasilitas yang masih diberikan sama Allah hingga hari ini.

Kajian itu saya suka banget karena related dengan keadaan saya yang saat itu. Saat itu saya sedang down karena pandemi.. Selain membuat mental lelah, pandemi ini (sepertinya)  membuat pengeluaran rumah tangga semakin membengkak.. Ditambah saya gengsi kalau meminta tambahan uang belanja dari suami..  Padahal ya dia baik2 aja kalau saya minta. 

Saya sempat stres pada masalah itu. Saya stres pada masalah yang ternyata ada di pikiran saya sendiri. Hal ini akhirnya berakhir hingga pada suatu momen saya sakit. Saya sempat sakit yang lumayan parah yang menghabiskan dana buanyak banget sampe bener2 tongpes. Lalu ibu saya memberikan uang pada saya untuk menyambung hidup hingga ke hari gajian. Di situ keadaan berbalik dan saya menjadi pihak yang memegang uang.. Di situlah pandangan saya berubah... Keadaan berubah.. Saya bisa mengkomunikasikan pada suami masalah ini dengan clear dan menyenangkan sehingga saya kini tak lagi segan jika memang kurang.  Alhamdulillah 

(lah jadi panjang wkwkkw) 

Balik lagi ke topik kajian.. Kajian ini jugalah yang membuat saya pemikiran saya berubah. Jadi awalnya saya sempat sedih karena corona ini membuat hidup orang lebih susah. Tapi ternyata dari kesusahan itu orang akhirnya lebih dekat kepada Rabb-Nya. Ya,  memang Allah tidak menjanjikan hidup yang bebas dari masalah dan ujian. Tapi Allah menjanjikan setelah kesulitan akan ada kemudahan 💜😭😭😭